Makam Mbah Priok Jadi Monumen

Kompas.com - 06/03/2010, 12:03 WIB
Editormsh

 

KOMPAS.com- Pernah dengar nama makam Mbah Priok? Nah, kini muncul kekhawatiran bahwa eks lahan makam Mbah Priok itu akan tergusur, seiring dengan rencana penataan kawasan lahan milik PT Pelindo.

Akan tetapi, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono kepada wartawan, Jumat (5/3/2010) kemarin, menegaskan, lahan pemakaman Mbah Priok akan dijadikan monumen.

Melalui surat nomor 936/711.1 tertanggal 22 Februari 2010, Pemkot Jakarta Utara melayangkan peringatan I sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 132 Tahun 2009 tertanggal 9 September 2009 tentang penertiban bangunan yang didirikan di atas tanah milik PT Pelindo II seluas 1,4 hektar di Jalan TPU Dobo, Koja.

Bambang mengatakan, hasil musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat, pihaknya tidak membongkar lahan bekas makam Mbah Priok. "Justru pihak PT Pelindo II akan membangun monumen di lahan yang dinyatakan bekas makam Mbah Priok itu," ungkap Bambang.

Pada penataan yang akan dilakukan Pemkot Jakarta Utara, kata Bambang, lahan yang diyakini sebagai makam Mbah Priok harus tetap dilestarikan dan akan dijadikan monumen.

Setelah ditata, PT Pelindo II akan menjadikan lahan itu sebagai pengembangan terminal peti kemas. Berdasarkan riwayatnya, makam Mbah Priok sebelumnya berada di Pondokdayung. Kemudian tahun 1997 seluruh kerangka di pemakaman itu dipindahkan ke Semper Barat-sekarang TPU Budi Darma-- termasuk dua belas kerangka keluarga Habib.

Surat wali kota itu ditujukan kepada keluarga Habib Al Idrus dan Habib Abdullah Sting. Namun, pengosongan lahan itu ditolak oleh ahli waris. Menurut Habib Ali, salah seorang pengurus makam Mbah Priok, sejak datang surat instruksi gubernur itu, puluhan santri berjaga-jaga di sekitar makam. Habib Ali mengatakan, ahli waris tidak merelakan makam tersebut dipindahkan karena mempunyai nilai sejarah.

Bambang menegaskan, walaupun ada pemindahan makam, namun makam Mbah Priok tidak akan dibongkar. Areal makam itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sesuai Sertifikat Hak Pengelolaan No 1/Koja Utara seluas 1.452.270 meter persegi.

Ahli waris Habib Ali mengklaim, lahan itu sebagai miliknya berdasarkan verklaring No 1268/RB pada 19 September 1934. Tahun 2001 ahli waris Habib Hasan Al Haddad mengajukan gugatan kepada PT Pelindo II melalui PN Jakarta Utara, namun pengadilan tidak menerima gugatan tersebut.

Saat itu ahli waris tidak mengajukan banding sampai berakhirnya masa pengajuan banding. Dengan demikian putusan No 245/Pdt.G/2001/PN.JKT.UT memiliki telah kekuatan hukum tetap.

Mbah Priok atau Habib Hasan Al Haddad adalah penyiar agama Islam yang berasal dari Sumatera. Saat akan tiba di wilayah Batavia, perahunya terkena badai, namun dia selamat karena menemukan periuk dan akhirnya berhasil menepi di Batavia.

Sejak itu dia tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam di sana. Daerah itu pun akhirnya dinamakan menjadi Tanjungpriok. (Agus Himawan)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

TNI dan Polri Akan Pantau Warga Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X