Pengukuran Ulang Lahan BKT Tuntas Bulan Juni

Kompas.com - 13/04/2010, 18:34 WIB
Editorksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pemilik lahan yang terkena proyek trase kering Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini boleh bernapas lega. Sebab, keinginan mereka agar segera dilakukan pengukuran ulang telah direspons dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta. Bahkan, pengukuran ulang segera dilakukan oleh tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) setempat. Namun, para pemilik lahan diminta untuk menerima hasil akhir dari pengukuran ulang trase kering kanal timur tersebut.

”Petugas akan lakukan pengukuran ulang bagi warga yang meminta. Tapi dengan catatan, warga tersebut harus terima hasil pengukuran yang terakhir,” ujar Prijanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta, saat meninjau progress BKT bersama Tim P2T di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (13/4/2010). Ditargetkan, pengukuran ulang tuntas pada bulan Juni mendatang.

Selama ini, tim P2T telah melakukan proses sosialisasi kepada warga yang bersangkutan di kantor kelurahan. Dari situlah ditemukan beberapa warga yang tidak puas dengan hasil pengukuran yang pertama dan meminta untuk diukur ulang. Sebab, pada umumnya permasalahan terjadi karana adanya perbedaan antara akta jual beli dan kondisi yang ada di lapangan.

Setelah dilakukan sosialisasi, warga akan mendapatkan surat dari P2T yang isinya menyebutkan jumlah keseluruhan luas tanah yang terkena pembangunan trase kering BKT. Jika setuju, diharapkan segera melapor ke kelurahan. Namun, jika tidak setuju dan minta diukur ulang maka tim P2T akan mengukur ulang.

Karena itu, Prijanto mengimbau kepada warga atau pemilik lahan agar segera mempersiapkan kelengkapan administrasinya sehingga prosesnya menjadi lebih cepat. Sebab, masih ada dua kelurahan yang belum selesai diukur, yaitu Cipinang Besar Selatan (Cibesel) dan Ujung Menteng. ”Saya harap, Juni 2010 sudah selesai proses pemetaan, jadi tinggal tunggu lembaga penaksir harga untuk menyelesaikan tugasnya. Setelah semuanya selesai, maka pada Juli 2010 sudah bisa dilakukan proses pembayaran,” ungkapnya.

Ketua P2T Jakarta Timur Arifin Ibrahim menjelaskan, hingga kini telah diselesaikan pengukuran terhadap 436 peta bidang tanah di enam kelurahan, yakni 92 bidang di Kelurahan Cipinang Muara, 110 bidang di Duren Sawit, 115 bidang di Pondok Bambu, 20 bidang di Pondok Kelapa, 50 bidang di Malakasari, 44 bidang di Malakajaya, dan lima bidang lagi di Cakung Timur.

”Dari 436 bidang itu, sudah siap pemberkasan sebanyak 155 bidang, yaitu 78 bidang di Duren Sawit, 56 bidang di Pondok Bambu, 13 bidang di Malakasari, dan delapan bidang di Pondok Kelapa. Sedangkan Kelurahan Cibesel dan Ujung Menteng masih dalam proses pengukuran. Diprediksi, pemberkasan seluruh lahan tersebut tuntas pada Juni mendatang,” jelasnya. (Sumber: beritajakarta.com)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.