Kidsffest, Film-Film Terbaik untuk Anak

Kompas.com - 16/04/2010, 19:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - KidsFfest Indonesia 2010, sebuah festival film internasional untuk anak-anak dan remaja, kembali digelar mulai Jumat ini (16/4/2010). Sebanyak 20 film dari beberapa negara, yang bercerita tentang pertemanan, kebersamaan, dan petualangan, akan diputar di bioskop Blitz Megaplex dan di layar tancap di Loby Selatan di Pacific Palace Mall di Kawasan CBD Sudirman, Jakarta Selatan.  

Lely Djuhari dari UNICEF Indonesia, mengatakan, festival film tersebut diselenggarakan Kalyana Shira Foundation, yang didukung UNICEF Indonesia serta Pusat Kebudayaan Kedutaan /Kedutaan Jerman, Denmark, Jepang, Norwegia, Brazil, dan Belanda.  

Pemutaran film hanya hari Jumat, Sabtu, dan Minggu pada minggu ini dan minggu depan. Jadwal pasti pemutaran film di bioskopnya, dapat dilihat di situs www.kidsffest.org. Harga karcis tanda masuknya Rp 20.000 per orang.

Sedangkan jika menontonnya di Lobi Selatan Pacific Place Mall, gratis. Film diputar di layar tancap. Waktu pemutarannya setiap pukul 18.15, yakni pada Sabtu-Minggu (17-18/4) dan Jumat Minggu (23-25/4).  

Dalam siaran pers yang dikeluarkan UNICEF Indonesia, Angela Kearney, Perwakilan UNICEF di Indonesia mengatakan, KidsFfest meletakkan standar film-film berkualitas dari berbagai kebudayaan dan yang memuat tema-tema yang cocok dan aman untuk anak-anak dan remaja di Indonesia.  

Film yang diputar dalam festival tersebut antara lain berjudul: The Crocodiles (Jerman) yang bercerita tentang anak cacat penguna kursi roda yang imajinatif dan berani serta mampu menolong sekelompok anak-anak untuk menaklukan komplotan penjahat.

Sniff the Dog ini Wartime (Belanda) tentang bocak laki-laki dan anjingnya yang ikut berpetualang di zaman Perang Dunia II; Futebol Brasileiro (Brazil) yakni film dokumenter tentang bagaimana kecintaan anak-anak jalanan di Brazil kepada sepak bola, yang mengingatkan pada masa jaya pesepakbola dunia Socrates, Pepe, Lima, dan Coutinho.

Film Sunshine Barry and The Discco Worms (Denmark), yakni film musikal yang memperlihatkan seekor cac ing tanga pun dapat bermimpi menjadi bintang; The Azemichi Road (Jepang) menyoroti tentang murid tunarungu yang ingin bergabung dalam tim yang sedang berjuang untuk merebut tempat di kompetisi nasional tari.

King (Indonesia) garapan sutradara muda Ari Sihasale, mengetengahkan kisah perjuangan seorang anak kampung yang miskin bernama Guntur, yang memenuhi keinginan ayahnya yang beraambisi untuk menjadikan dirinya seorang juara bulutangkis. Pebulutangki idola Guntur adalah sang legenda Liem Swie King.

"Saya percaya film-film yang ditonton anak-anak akan membentuk dan membangun karakter mereka. Untuk itu, KidsFfest mengajak anak-anak menyaksikan kehidupan sesamanya di berbagai belahan dunia untuk mengembangkan wawasan dan imajiinasi". kata Nia Dinata, pendiri Kalyana Shira Foundation dan KidsFfest.

 


EditorGlo

Terkini Lainnya


Close Ads X