Ketiga Polisi Itu Nyaris Disandera

Kompas.com - 19/05/2010, 17:50 WIB
Editorwsn

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketiga polisi lalu lintas Polda Metro Jaya yang dipukul sejumlah mahasiswa, Selasa (18/5/2010) petang, ternyata juga nyaris disandera. "Setelah melakukan pengeroyokan mereka menuju arah Mampang Prapatan sambil berteriak-teriak sandera polisinya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar kepada wartawan, Rabu (19/5/2010).

Boy mengisahkan peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Brigadir Sugeng, Bripda M Anwar, dan Bripda Handoyo terjadi di depan Gedung Arya Bimo, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pukul 18.30. Pada saat itu, kata Boy, ketiga petugas sedang mengatur lalu lintas. Pada waktu bersamaan ada empat metromini, satu pikap, dan 10 kendaraan bermotor memasuki jalur khusus bus transjakarta. Metromini itu berisi rombongan yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia, dan sebagian mahasiswa duduk di atas (kap) metromini. "Mereka habis demo dari Istana," jelas Boy.

Bripda Handoyo kemudian mengimbau agar metromini itu keluar dari jalur bus transjakarta. Namun, menurut Boy, mereka malah turun dan menyerang Bripda Handoyo. "Kendaraan dinas nopol 9122 pun dirusak," ujar Boy.

Brigadir Sugeng dan Bripda Anwar juga tak luput dalam pengeroyokan. "Brigadir Sugeng bermaksud melerai. Namun, yang bersangkutan malah diserang dengan kayu dan tendangan. Mereka juga menyerang Bripda Anwar," papar Boy. Setelah melakukan pengeroyokan, massa menuju arah Mampang Prapatan.

Boy menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. "Dua pengendara sepeda motor berhasil diamankan. Keterangan Yusriansyah dan Arif Riyani dijadikan saksi atas peristiwa itu. Kita sedang melakukan penyelidikan apakah mereka mahasiswa," papar Boy.

Lebih lanjut Boy mengatakan, pelaku terancam hukuman kurungan selama tujuh tahun karena melakukan pelanggaran Pasal 170 dan 351. Boy juga berharap pihak terkait bersikap koorperatif dalam penyelesaian kasus ini. "Saya berharap koordinator lapangan bisa kooperatif dan membantu petugas dalam rangka menangkap pelaku sebenarnya," ucap Boy.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

Megapolitan
[HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

[HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

Megapolitan
Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

Megapolitan
Meski Telah Dimaafkan, Oknum Ojol Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Habib Luthfi Tetap Diproses Hukum

Meski Telah Dimaafkan, Oknum Ojol Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Habib Luthfi Tetap Diproses Hukum

Megapolitan
Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

Megapolitan
Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Sejak Awal Tahun

Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Sejak Awal Tahun

Megapolitan
RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

Megapolitan
Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

Megapolitan
Oknum Ojol Ditangkap karena Ujaran Kebencian terhadap Wantimpres soal Penanganan Covid-19

Oknum Ojol Ditangkap karena Ujaran Kebencian terhadap Wantimpres soal Penanganan Covid-19

Megapolitan
Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Akan Beri Rp 1 Juta untuk 3,7 Juta Warga Terdampak Corona

Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Akan Beri Rp 1 Juta untuk 3,7 Juta Warga Terdampak Corona

Megapolitan
Minim Order Saat Pandemi Covid-19, Ojol Dapat Bantuan Voucher Makan Gratis

Minim Order Saat Pandemi Covid-19, Ojol Dapat Bantuan Voucher Makan Gratis

Megapolitan
Cerita Salah Satu Tamu Saat Hadiri Pesta Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

Cerita Salah Satu Tamu Saat Hadiri Pesta Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

Megapolitan
Bekasi Dukung Rekomendasi BPTJ untuk Batasi Transportasi Umum di Jabodetabek

Bekasi Dukung Rekomendasi BPTJ untuk Batasi Transportasi Umum di Jabodetabek

Megapolitan
Sebagian PO Bus AKAP di Terminal Pondok Cabe Tak Beroperasi karena Sepi Penumpang

Sebagian PO Bus AKAP di Terminal Pondok Cabe Tak Beroperasi karena Sepi Penumpang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X