LSM Curigai Proyek Reklamasi Pantai

Kompas.com - 13/06/2010, 15:55 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Tetap ngototnya Pemprov DKI Jakarta untuk merealisasikan rencana reklamasi Pantai Utara Jakarta mengundang kecurigaan sejumlah LSM penggiat lingkungan hidup. Pasalnya, Mahkamah Agung telah memberikan putusan yang menguatkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup tentang ketidaklayakan dokumen AMDAL Reklamasi dan Revitalisasi Pantai Utara Jakarta.

Menurut Sekjen KIARA Riza Damanik, sejumlah kajian valuasi ekonomi juga telah menyatakan bahwa biaya dampak lingkungan yang akan muncul akibat reklamasi Pantai Utara Jakarta akan tiga kali lebih besar daripada keuntungan ekonomi yang didapat Pemprov DKI.

"Atas dasar itu, patut diduga adanya praktik mafia perizinan dalam proses pemberian izin reklamasi Pantai Utara Jakarta," terang Riza, dalam jumpa pers bersama sikap Koalisi Gerakan Penyelamatan Teluk Jakarta, di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH), Jakarta, Minggu (13/6/2010).

Selain KIARA, turut hadir sejumlah LSM lainnya antara lain Institut Hijau, WALHI Jakarta, LBH Jakarta, PBHI, ICEL, APHI, dan FKNJ.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi, Ubaidillah, proyek reklamasi yang sudah dicanangkan oleh Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 1995 ketika dibawah kepemimpinan Gubernur Sutiyoso, diserahkan ke enam pengembang untuk dibangun industri, apartemen, dan hiburan kalangan menengah atas.

Proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta sendiri, diketahui akan menguruk sepanjang 30 kilometer dengan lebar 1,5 kilometer wilayah Pantai Utara Jakarta dengan luas daratan baru seluas 27.000 ha.

Pembangunan proyek sendiri diserahkan ke enam developer, dimana tiga diantaranya merupakan BUMD dan tiga lainnya merupakan pihak swasta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menurut kami, seiring dengan proses evaluasi dan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta, Pemerintah DKI seharusnya menyelesaikan lebih dulu dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) seperti diisyaratkan dalm UU tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.