Belasan Pengendara Masuk Jalur Transjakarta

Kompas.com - 02/08/2010, 14:05 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Baru saja program sterilisasi jalur transjakarta dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Senin (2/8/2010) pagi, belasan sepeda motor masih tampak melenggang melintas di sepanjang jalur transjakarta Koridor VI jurusan Dukuh Atas-Ragunan tanpa ada upaya penegakan hukum.

Para pelanggar tersebut tak hanya pengendara sepeda motor, tetapi juga pengemudi mobil pribadi. Bahkan, berdasarkan pantauan Kompas.com, sebuah mobil marinir tampak melintas di jalur transjakarta di Jalan RM Harsono, tak jauh dari shelter Departemen Pertanian.

Padahal, saat itu kondisi lalu lintas di sekitar Departemen Pertanian sangat lancar. Tak ada seorang petugas pun yang berjaga-jaga di sekitar perempatan departemen tersebut.

Begitu pula di beberapa perempatan lainnya di sepanjang jalur koridor tersebut, seperti perempatan Mampang atau dekat shelter Kuningan Timur, perempatan Mampang Prapatan atau dekat shelter Mampang Prapatan, serta perempatan Jatipadang.

Di perempatan Jalan Buncit Raya, tepatnya sekitar 20 meter dari shelter Duren Tiga, tampak dua petugas Badan Layanan Umum Transjakarta dan seorang polisi berjaga-jaga. Namun, ketika beberapa pengendara sepeda motor melintas masuk ke dalam jalur transjakarta, petugas tersebut tak melakukan upaya penegakan hukum.

Tak jauh dari shelter Setiabudi Utara Aini, tampak beberapa petugas polisi berjaga-jaga dan menindak empat hingga lima pengendara motor dan mobil pribadi yang melintas di jalur transjakarta.

Sekitar 40 menit kemudian, ketika Kompas.com kembali ke tempat tersebut, petugas tersebut tak tampak lagi. Sebelumnya, ketika melantik Satuan Tugas Sterilisasi Jalur Transjakarta yang melibatkan 468 orang dari Dinas Perhubungan DKI, Polda Metro Jaya, Garnisun I Tetap DKI, Satpol PP, BLU Transjakarta, Senin (2/8/2010) di Monas, Jakarta, Foke berpesan kepada petugas agar melakukan tugas tersebut dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Direktur Lalu Lintas Kombes Condro Kirono bahkan menegaskan, pihaknya tak akan memandang bulu dalam hal penegakan hukum. Siapa pun pengendaranya, termasuk menteri, jika melanggar, akan dikenai sanksi.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono. "Kalau (pelanggar) tentara, ada provos. Kalau (pelanggar) polisi, ada propam. Kalau di Pulogadung ada (pelanggar) pedagang kaki lima, akan ditangani Satpol PP. Kami tidak pandang bulu. Makanya ada tim gabungan. Insya Allah solid," katanya kepada para wartawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.