Ingin Lebih Aman, Warga Pilih Blue Gaz

Kompas.com - 05/08/2010, 16:49 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan tabung dan komponen kompor gas merek Blue Gaz mengalami peningkatan. Warga memilih produk swasta keluaran PT Blue Gaz Indonesia ini lantaran produk ini dianggap lebih baik dari faktor keamanan dibanding produk elpiji keluaran PT Pertamina.

Ujang Herman, salah seorang distributor komponen dan tabung Blue Gaz di bilangan Pondok Kelapa mengatakan, makin banyak pengguna yang beralih ke tabung Blue Gaz.

"Kebanyakan mereka pilih pakai Blue Gaz karena pengin lebih aman," kata Ujang saat ditemui Kompas.com di tokonya, Jalan Padat Karya, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (5/8/2010) .

Ujang mengaku dalam sebulan bisa menjual paling sedikit 20 tabung Blue Gaz ukuran 7 kilogram. Pengalaman para pelanggannya umumnya mengatakan lebih merasa aman dan nyaman saat memakai tabung Blue Gaz.

"Dari segi keamanan, Blue Gaz lebih bagus. Regulatornya ini pakai sistem drat ulir. Juga ada kenopnya, jadi meski selang tersambung gas enggak akan keluar kalau kenop tidak diputar," terangnya.

Regulator Blue Gaz, terang Ujang, dilengkapi dengan child safety lock, yang aman dari jangkauan anak-anak. Regulator juga akan menutup secara otomatis jika terjadi kebocoran.

"Karena pakai ulir jadi saat dipasang itu kencang. Pelanggan saya juga bilang kalau ngerasa aman dan enggak takut bocor," tutur dia.

Pendapat serupa diutarakan Agus, salah seorang pengguna Blue Gaz. Agus yang juga warga Pondok Kopi ini mengaku sudah dua bulan memakai Blue Gaz. Sebelumnya, Agus biasa menggunakan tabung elpiji Pertamina ukuran 12 kilogram.

"Awalnya karena lihat tetangga dan teman pakai Blue Gaz. Katanya lebih aman dan irit," tutur Agus.

Setelah beralih, Agus mengatakan memang merasa lebih hemat menggunakan produk Blue Gaz. Jika biasanya dalam sebulan keluarganya menghabiskan satu tabung elpiji Pertamina ukuran 12 kilogram, kini lebih hemat dengan menggunakan tabung Blue Gaz 7 kilogram selama satu bulan.

"Yang penting itu segi keamanannya. Kayaknya kalau pakai tabung ini ya lebih aman karena regulatornya lebih kuat," tuturnya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Megapolitan
    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Megapolitan
    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Megapolitan
    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    Megapolitan
    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Megapolitan
    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Megapolitan
    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Megapolitan
    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Megapolitan
    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Megapolitan
    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Megapolitan
    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Megapolitan
    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Megapolitan
    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X