Tidak Gampang Dapat KTP DKI

Kompas.com - 24/08/2010, 21:01 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, saat ini penduduk Jakarta mencapai 9,58 juta. Padahal sebelum sensus penduduk 2010 dilakukan, penduduk ibu kota hanya tercatat sebanyak 9,2 juta orang. Artinya, ada peningkatan sebesar 380 ribu jiwa di tahun ini. Sedangkan, jumlah penduduk di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 26,6 juta. Jumlah penduduk Jabodetabek tersebut setara dengan jumlah penduduk di empat negara yakni, Australia 20,8 juta jiwa, Singapura 4,4 juta jiwa, Timor Leste 1,1 juta jiwa dan Brunei Darussalam 0,39 juta jiwa.

Untuk mengantisipasi ledakan penduduk di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta memperketat persyaratan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), khususnya bagi warga yang daerah lain yang ingin pindah ke Jakarta. Persyaratan yang wajib dibawa yaitu KTP asli daerah asal, surat pindah dari pemerintah daerah asal dan kartu keluarga (KK). Jika ketiga syarat itu tidak terpenuhi, jangan harap KTP DKI dapat diperoleh.

Deputi Gubernur DKI Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman, Margani Mustar, mengatakan Pemprov DKI memiliki beberapa program untuk mengatasi pertumbuhan penduduk. Diantaranya program administrasi, pengawasan, keluarga berencana (KB) dan transmigrasi.

Untuk program pengawasan, Margani menerangkan Pemprov DKI melakukannya melalui operasi yustisi kependudukan (OYK) yang saat ini sedang gencar dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta. Sedangkan program administrasi dilakukan melalui pengetatan persyaratan pembuatan KTP DKI. “Syaratnya dibuat seketat mungkin, agar tidak sembarangan orang luar daerah bisa buat KTP di DKI,” tegasnya.

Kendati demikian, Pemprov DKI tidak bisa melarang orang-orang yang ingin membuat KTP DKI. Artinya, tidak boleh dilakukan pembatasan pembuatan KTP bagi warga luar daerah yang mau pindah ke Jakarta. Sebab, kota Jakarta merupakan daerah yang terbuka bagi setiap orang yang ingin datang ke Jakarta.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Franky Mangatas Panjaitan, mengatakan salah satu upaya untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yaitu dengan mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Upaya yang dilakukan yakni operasi yustisi kependudukan dan memperketat kedatangan penduduk dari luar DKI. “Kami secara periodik melakukan operasi yustisi kependudukan untuk merazia warga ilegal. Harapannya, jumlah penduduk yang tinggal di ibu kota semakin terpantau dengan baik,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel Ditangkap, Begini Perannya

Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel Ditangkap, Begini Perannya

Megapolitan
Angka Kematian di Jakarta Meningkat, Dinkes DKI Sebut Tingkatnya Masih Sama

Angka Kematian di Jakarta Meningkat, Dinkes DKI Sebut Tingkatnya Masih Sama

Megapolitan
Polisi Tilang Pengendara Moge yang Terobos Kawasan Ring 1 Istana Kepresidenan

Polisi Tilang Pengendara Moge yang Terobos Kawasan Ring 1 Istana Kepresidenan

Megapolitan
Benarkan Ada Pelanggaran Lalu Lintas dari Kasus Penerobos Ring 1, Polisi: Kami Tindak Sanksi Penilangan

Benarkan Ada Pelanggaran Lalu Lintas dari Kasus Penerobos Ring 1, Polisi: Kami Tindak Sanksi Penilangan

Megapolitan
Pro Kontra Orangtua Siswa di Jakarta soal Rencana Sekolah Tatap Muka Juli 2021

Pro Kontra Orangtua Siswa di Jakarta soal Rencana Sekolah Tatap Muka Juli 2021

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Ingin 5.000 Warganya yang Sembuh Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Wali Kota Bekasi Ingin 5.000 Warganya yang Sembuh Covid-19 Jadi Donor Plasma Konvalesen

Megapolitan
Ingin Buang Air Kecil, Warga Temukan Mayat di Kolong Jembatan

Ingin Buang Air Kecil, Warga Temukan Mayat di Kolong Jembatan

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel, Pelaku Residivis Kasus Narkoba

Polisi Tangkap 3 Penjambret Ponsel Remaja di Tangsel, Pelaku Residivis Kasus Narkoba

Megapolitan
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas dan Polsek Tanah Abang Salurkan Bantuan Bahan Pokok

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas dan Polsek Tanah Abang Salurkan Bantuan Bahan Pokok

Megapolitan
Keluarga Korban Harap Pembacok 2 Remaja di Rengas Tangsel Segera Tertangkap

Keluarga Korban Harap Pembacok 2 Remaja di Rengas Tangsel Segera Tertangkap

Megapolitan
Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL Akui Dapat Video dari Grup Telegram

Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL Akui Dapat Video dari Grup Telegram

Megapolitan
Penerobos Ring 1 Minta Maaf, Mantan Komandan Paspampres: Itu Urusan Lain, Polisi Perlu Tindak Tegas

Penerobos Ring 1 Minta Maaf, Mantan Komandan Paspampres: Itu Urusan Lain, Polisi Perlu Tindak Tegas

Megapolitan
Viral Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen, MTI Berharap Pemprov DKI Konsisten Tegakkan Aturan

Viral Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen, MTI Berharap Pemprov DKI Konsisten Tegakkan Aturan

Megapolitan
Mengaku Lalai, Pengendara Moge yang Terobos Ring 1 Menyesal dan Minta Maaf

Mengaku Lalai, Pengendara Moge yang Terobos Ring 1 Menyesal dan Minta Maaf

Megapolitan
Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore

Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X