Pencurian Hipnotis Marak di Lampung

Kompas.com - 25/08/2010, 20:21 WIB
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Pencurian bermodus hipnotis yang meresahkan terjadi di dua minimarket di Lampung dua pekan terakhir ini. Aksi yang diduga dilakukan kelompok yang sama ini terekam oleh kamera CCTV ( close circuit television).

Tindak pencurian dengan modus yang sama dilakukan di dua tempat berbeda, yaitu di Indomaret Yukum Jaya, Lampung Tengah, dan Indomaret Kali Balok, Bandar Lampung. Aksi ini dilakukan pada 11-12 Agustus lalu, namun baru dilaporkan ke kepolisian pada 20 Agustus.

Berdasarkan keterangan saksi, rekaman CCTV dan runutan kejadian, para pelakunya diduga warga negara asing atau WNI keturunan yang tengah melintas dari utara Lampung menuju ke arah selatan (Bakauheni). Aksi ini dilakukan oleh tiga atau empat orang.

Dalam serangkaian aksi ini, para pelaku menguras uang senilai Rp 4 juta dari brankas di Indomaret Yukum, Lampung Tengah . Lalu, mengambil uang Rp 500.000 dan voucher telepon senilai Rp 1,150 juta dari kasir di Indomaret Kali Balok.

Trisya Damayanti (21), sa lah seorang petugas kasir di Indomaret Kali Balok, mengatakan, saat kejadian, ia sempat tidak sadar kawanan itu mengambil uang dari laci kasir. " Saat mereka pergi saja saya gak ngeh. Gak sadar," ujarnya, Rabu (25/8).

Namun, dia sempat merasakan hal yang janggal, yaitu ketika salah seorang pelaku perempuan bertubuh besar dan berkerudung, berteriak-teriak kepadanya sambil memesan barang yang akan dibeli. Si ibu minta rokok, tapi sambil jerit-jerit. Padahal, saya masih melayani yang lainnya, ungkapnya.

 

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

    Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

    Megapolitan
    Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

    Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

    Megapolitan
    Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

    Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

    Megapolitan
    Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

    Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

    Megapolitan
    Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

    Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

    Megapolitan
    Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

    Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

    Megapolitan
    Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

    Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

    Megapolitan
    Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

    Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

    Megapolitan
    Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

    Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

    Megapolitan
    Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

    Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

    Megapolitan
    Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

    Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

    Megapolitan
    Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

    Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

    Megapolitan
    Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

    Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

    Megapolitan
    Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

    Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

    Megapolitan
    Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

    Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X