Pelaku Hipnotis Ditangkap di Kemayoran

Kompas.com - 26/08/2010, 15:02 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Perampokan dengan hipnotis yang terjadi di minimarket dan toko emas di Lampung ditangkap. Keduanya warga negara Turki.

"Polisi berhasil menangkap pelaku hipnotis minimarket dan toko emas di Lampung. Keduanya warga negara Turki. Mereka ditangkap di sebuah hotel di Kemayoran," kata Kombes Boy Rafli Amar, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, saat ditemui wartawan di Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Kedua pelaku hipnotis ini memiliki paspor ganda sebagai warga negara Iran. Keduanya adalah Yaman Alper atau Saeed Heidarriad (32) dan Mehmet Sahin (19). Keduanya ditangkap pada Kamis ini.

Modusnya, Yaman dan Mehmet berpura- pura sebagai pembeli. Saat hendak membayar, salah satu dari mereka menepuk pundak kasir hingga tidak sadar.

Selanjutnya, kasir tidak sadar dan mau saja menuruti perintah para tersangka untuk mengambil uang yang ada di kasir dan brankas. Setelah tersangka pergi, kasir minimarket kebingungan dan tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

Selain kedua pelaku, masih ada satu tersangka wanita yang masuk dalam DPO. Wanita ini teman dekat tersangka Yaman Alper.

Ditanya apakah kedua pelaku paham bahasa Indonesia, Kepala Satuan III Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Nico Afianta mengatakan, "Mereka sebenarnya bisa berbahasa Indonesia, tapi pura-pura saja tidak bisa karena ini bukan kali pertama mereka datang ke sini."

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

    Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

    Megapolitan
    1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

    1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

    Megapolitan
    [UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

    [UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

    Megapolitan
    Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di rumah

    Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di rumah

    Megapolitan
    Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

    Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

    Megapolitan
    Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

    Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

    Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

    Megapolitan
    Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

    Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

    Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

    Megapolitan
    [UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

    [UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

    Megapolitan
    BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

    BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

    Megapolitan
    [UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

    [UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

    Megapolitan
    Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

    Pemkot Depok Bikin Pasar Online, Warga Tinggal Hubungi Pedagang untuk Belanja

    Megapolitan
    Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

    Asyik Minum Kopi di Warkop, Pemuda Bekasi Meninggal Dikeroyok 50 Orang

    Megapolitan
    Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

    Seorang Pemuda Tewas akibat Tawuran Antardua Kelompok di Tebet

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X