Kami Naik Motor karena Pemerintah Gagal

Kompas.com - 28/08/2010, 18:33 WIB
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com Wacana larangan masuknya motor ke jalan-jalan protokol di Jakarta mendapat reaksi penolakan dari masyarakat yang tergabung dalam Road Safety Association (RSA).

"Kami tidak menolak pembatasan motor masuk ke jalan-jalan protokol. Tuntutan kami, benahi dulu transportasi publik sebelum melarang kami para pengguna motor," kata Rahmat Faisal Dito, koordinator lapangan aksi demo damai RSA Menolak Larangan Motor Masuk Jalur Protokol, Sabtu (28/8/2010) siang di Bunderan Hotel Indonesia.

RSA membentangkan spanduk penolakan, seperti "Kami naik sepeda motor karena kegagalan pemerintah" dan "Jangan batasi kami sebelum pemerinah beraksi". Ada juga spanduk lainnya bertuliskan "Kami Bosan dengan Kemacetan".

"Kami juga bosan naik motor. Kami juga mau ganti. Tapi pemerintah sediakan dulu transportasi publik yang manusiawi," kata Dito.

Transportasi publik yang diinginkan warga adalah yang memadai, aman, nyaman, dan bersih. "Tapi, ini belum diwujudkan," tambah Dito.

Aksi damai ini dilakukan oleh RSA yang merupakan LSM berisi komunitas pengguna jalan. "Tak hanya motor yang tergabung di RSA, tapi juga sepeda. Mobil juga ada," kata Dito.

RSA melakukan aksi dari pukul 14.00. Sebanyak 350 motor bergerak dari Senayan di depan hotel Mulia menuju Bundaran HI lalu dilanjutkan dengan membentangkan  spanduk. Puluhan motor memutar satu kali di bundaran dan dilanjutkan orasi di Taman IRTI Monas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.