Kelimutu, Dijaga Kicau Burung Arwah

Kompas.com - 04/09/2010, 16:32 WIB
EditorI Made Asdhiana

Radar alam

Bagi masyarakat setempat, perubahan warna air kawah Danau Kelimutu juga diibaratkan sebagai radar, pertanda awal akan terjadinya peristiwa negeri ini. Mereka meyakini, gempa bumi yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Sumatera Barat, bahkan merebaknya skandal Bank Century pun, didahului oleh berubahnya warna air kawah.

Masyarakat etnik Lio di daerah itu meyakini kawasan Kelimutu sebagai tempat yang sangat sakral, yakni kampung arwah leluhur mereka. Ini sesuai dengan nama Kelimutu yang terdiri dari kata ”keli” yang berarti ”gunung” dan kata ”mutu” yang bermakna ”berkumpul”. Itu sebabnya, mereka yang berkunjung ke daerah itu tak berani omong sembarangan atau takabur.

Pada pintu gerbang (Pere Konde) tertulis, danau ini dijaga Konde Ratu, sang penguasa. Danau Tiwu Ata Polo adalah ”markas” arwah orang jahat, Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai menjadi ”istana” arwah kawula muda, sedangkan Danau Tiwu Ata Mbupu merupakan ”singgasana” arwah kaum sepuh yang bijaksana.

Penyanyi dan pemusik Ende, Eman Bata Dede, warga Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, pun sangat meyakini kepercayaan itu.

Keajaiban alam Danau Kelimutu, begitu pula mitos yang diejawantahkan secara nyata lewat berbagai ritual magis, memberikan pesona luar biasa. Belum lagi di Kelimutu juga terdapat arboretum, hutan mini seluas 4,5 hektar, tempat tumbuhnya berbagai jenis pohon yang mewakili potensi biodiversitas Taman Nasional Kelimutu. Di sana terdapat aneka flora yang jumlahnya 78 jenis pohon, yang berkelompok dalam 36 suku.

Di antara flora itu ada yang endemik Kelimutu, yakni uta onga (Begonia kelimutuensis) dan turuwara (Rhododendron renschianum), di samping tanaman arngoni (Vaccinium varingiaefolium) yang berbunga kecil berwarna putih dan buahnya berwarna hitam jika matang—yang oleh masyarakat setempat biasa disebut makanan para dewa. Juga kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang memerlukan bantuan pawang untuk menyaksikannya.

Yang tak kalah menarik, medan yang dilalui di sepanjang jalan dari kota Ende sampai Danau Kelimutu: berkelok-kelok, naik turun bukit tinggi, dengan lebar jalan hanya 4 meter. Di sisi kanan-kiri jalan tersebut adalah tebing. Siapa pun yang mengunjungi Danau Kelimutu akan memperoleh sensasi tersendiri.

Sayangnya, Danau Kelimutu belum dipromosikan secara optimal. Padahal, banyak orang ingin menikmati pesona alam Indonesia yang fenomenal tersebut.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

    Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

    Megapolitan
    Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

    Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

    Megapolitan
    Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

    Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

    Megapolitan
    Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

    Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

    Megapolitan
    Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

    Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

    Megapolitan
    Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

    Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

    Megapolitan
    Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

    Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

    Megapolitan
    Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

    Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

    Megapolitan
    Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

    Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

    Megapolitan
    Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

    Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

    Megapolitan
    Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

    Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

    Megapolitan
    Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

    Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

    Megapolitan
    Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

    Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

    Megapolitan
    Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

    Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

    Megapolitan
    Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

    Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X