Dihajar Tongkat, Pdt Luspida Terkapar

Kompas.com - 12/09/2010, 13:44 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya Pendeta Sihombing, Pendeta Luspida Simanjuntak, pun turut menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pengendara sepeda motor tak jauh dari Gereja HKBP Ciketing Bekasi, Minggu (12/9/2010) pagi.

Luspida yang mengalami penganiayaan saat hendak menolong Pendeta Sihombing yang ditusuk, saat ini menjalani pemeriksaan di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Luspida menderita luka-luka pada bagian kepala, wajah, dan punggungnya.

Rekan Luspida, Pendeta Advent Leonard Nababan mengatakan, kepala pendeta tersebut luka-luka setelah dihajar tongkat dari arah belakang. "Ibu pendeta harus menjalani perawatan di rumah sakit," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu.

Saat ini, para jemaat HKBP dari berbagai gereja di Bekasi, kata Leonard, mulai berdatangan ke rumah sakit tersebut. Mereka bersama-sama mendoakan kesembuhan  Luspida dan Sihombing yang menderita luka tusuk di perut bagian kanan.

Keduanya dianiaya ketika berjalan menuju Gereja HKBP Ciketing. Sementara itu, Sihombing saat ini belum dapat ditemui keluarga dan rekan-rekannya. "Beliau masih terus menjalani operasi di UGD RS Mitra Keluarga Bekasi," kata Nababan.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Serapan APBD DKI 54,6 Persen, Anies Bilang Itu Masih Sesuai Target

    Serapan APBD DKI 54,6 Persen, Anies Bilang Itu Masih Sesuai Target

    Megapolitan
    Atap Sekolah Ambruk, Murid SLB Bundaku Bekasi Mengungsi

    Atap Sekolah Ambruk, Murid SLB Bundaku Bekasi Mengungsi

    Megapolitan
    Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil, Rekening Bank Djeni Kosong, Habis Untuk Foya-foya

    Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil, Rekening Bank Djeni Kosong, Habis Untuk Foya-foya

    Megapolitan
    4 WNA Nigeria yang Terjaring Razia Terindikasi Penipuan Online

    4 WNA Nigeria yang Terjaring Razia Terindikasi Penipuan Online

    Megapolitan
    Proses Penghentian Swastanisasi Air di Jakarta Mandek

    Proses Penghentian Swastanisasi Air di Jakarta Mandek

    Megapolitan
    Walau Tanpa Wagub, Anies Klaim Pekerjaan Terlaksana Baik oleh Jajarannya

    Walau Tanpa Wagub, Anies Klaim Pekerjaan Terlaksana Baik oleh Jajarannya

    Megapolitan
    Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

    Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

    Megapolitan
    Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

    Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

    Megapolitan
    Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

    Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

    Megapolitan
    Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

    Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

    Megapolitan
    Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

    Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

    Megapolitan
    2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

    2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

    Megapolitan
    Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

    Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

    Megapolitan
    2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

    2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

    Megapolitan
    Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

    Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X