Pemkot Bekasi Tak Izinkan Jemaat HKBP di Ciketing

Kompas.com - 20/09/2010, 02:40 WIB
Editor

Bekasi, Kompas - Satu pekan pasca-insiden kekerasan di Jalan Asem Raya, Ciketing, Mustikajaya, Kota Bekasi, jemaat Huria Kristen Batak Protestan atau HKBP Pondok Timur Indah, Minggu (19/9), kembali beribadat. Namun, jemaat HKBP Pondok Timur Indah tidak diizinkan melaksanakan peribadatan di Kampung Ciketing Asem.

Sejak Minggu pagi, jemaat HKBP berkumpul di rumah milik HKBP yang telah disegel Pemerintah Kota Bekasi, di Jalan Puyuh Raya, Perumahan Pondok Timur Indah, Mustikajaya. Kegiatan jemaat HKBP di rumah Jalan Puyuh Raya itu dijaga ratusan polisi dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot Bekasi. Ruas Jalan Puyuh Raya menuju rumah milik HKBP itu ditutup, dan arus kendaraan dialihkan polisi.

Pemkot Bekasi tidak mengizinkan pihak HKBP Pondok Timur Indah menggunakan lahan di Kampung Ciketing Asem untuk kegiatan peribadatan HKBP. Sikap Pemkot Bekasi itu dituangkan dalam Surat Wali Kota Bekasi Nomor 452/1948.A-Kesos/IX/2010 tanggal 16 September 2010. Isi surat Wali Kota itu berulang kali dibacakan ketika jemaat HKBP Pondok Timur Indah berdatangan ke rumah di Jalan Puyuh Raya.

Mengenai kegiatan HKBP di rumah di Jalan Puyuh Raya, Pendeta HKBP Resor Taman Mini Pieterson Purba, yang memimpin jemaat HKBP Pondok Timur Indah kemarin, mengatakan, mereka berdoa sebelum mengadakan perundingan di kalangan internal HKBP terkait surat Wali Kota. Hal senada disampaikan kuasa hukum HKBP Sahara Pangaribuan.

Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan, Pemkot Bekasi tidak melarang pihak HKBP Pondok Timur Indah beribadah, tetapi pemerintah tidak mengizinkan kegiatan peribadatan dilakukan di Kampung Ciketing Asem.

Keputusan Pemkot Bekasi itu berdasarkan alasan situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat Mustikajaya, serta hasil rapat Gubernur Jawa Barat bersama Kepala Polda Metro Jaya, Panglima Kodam Jaya/Jayakarta, dan pihak Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Agama di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada hari Rabu (15/9).

Pemkot Bekasi sudah menyiapkan pilihan tempat di lokasi lain. ”Sementara ini, kami memfasilitasi HKBP agar jemaat HKBP tetap dapat beribadah, yakni dengan menyediakan tempat di gedung eks OPP,” kata Rahmat, Minggu kemarin. (COK)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Megapolitan
Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Megapolitan
Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Megapolitan
Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Megapolitan
Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Megapolitan
Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Megapolitan
Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Megapolitan
Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Megapolitan
Sirkus hingga Cosplay Bakal Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Sirkus hingga Cosplay Bakal Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Iuran BPJS Naik, DKI Usul Anggaran Rp 2,5 T untuk Subsidi 5,1 Juta Warga

Iuran BPJS Naik, DKI Usul Anggaran Rp 2,5 T untuk Subsidi 5,1 Juta Warga

Megapolitan
Flyover Tanjung Barat di Depan IISIP Akan Selesai Akhir 2020

Flyover Tanjung Barat di Depan IISIP Akan Selesai Akhir 2020

Megapolitan
Mengulik Cikal Bakal Keberadaan Bangunan Belanda di Pinggir Jalan TB Simatupang

Mengulik Cikal Bakal Keberadaan Bangunan Belanda di Pinggir Jalan TB Simatupang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X