DPRD Tinjau Opsi Rumah Ibadah HKBP

Kompas.com - 20/09/2010, 15:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BEKASI, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kota Bekasi akan mengkaji kembali solusi Pemerintah Kota Bekasi soal tempat ibadah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah.

"Teman-teman anggota Dewan masih melihat apakah solusi itu aman atau tidak, misalnya dengan memeriksa dokumen hasil keputusan," kata Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Sutriyono, seusai mengikuti Rapat Koordinasi DPRD dengan Pemkot terkait solusi tempat ibadah HKBP Pondok Timur Indah, Senin (20/9/2010) di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi.

Selama ini DPRD menerima banyak desakan dari masyarakat untuk mengambil sikap soal insiden HKBP Pondok Timur Indah. "Mengingat tugas DPRD itu mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, kami menugaskan Komisi A yang menangani masalah pemerintahan dan Komisi D tentang Kesra untuk verifikasi masalah HKBP itu," ujarnya.

"Wali kota memenuhi panggilan kita. Lalu, sudah mengeluarkan SK berisi larangan beribadah di lahan kosong di Ciketing Asem dan solusi berupa opsi-opsi tempat ibadah, baik permanen maupun alternatif," imbuh wakil rakyat dari Fraksi Keadilan Sejahtera itu.


Sutriyono menjelaskan, DPRD ingin memastikan untuk kesesuaian antara solusi dengan kenyataan yang akan terjadi. "Jangan sampai solusi seperti itu, ternyata tidak sesuai. Apalagi, HKBP ingin solusi itu dibuat tertulis," terang dia.

DPRD berencana mengadakan rapat internal yang nantinya akan mengeluarkan hasil verifikasi SK Wali Kota itu paling lambat akhir pekan ini. "DPRD pada dasarnya ingin kerukunan antarumat beragama dan terjaminnya tempat ibadah bagi semua umat," tutur Sutriyono.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad menegaskan kembali bahwa fasos/fasum di perumahan sebagai solusi tempat ibadah HKBP Pondok Timur Indah. "Solusi itu yang paling memungkinkan," kata Mochtar.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Sekitar Monas Ditutup

    Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Sekitar Monas Ditutup

    Megapolitan
    Amankan Pelantikan Presiden, TNI Kerahkan Helikopter hingga Drone

    Amankan Pelantikan Presiden, TNI Kerahkan Helikopter hingga Drone

    Megapolitan
    Situasi Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan Presiden-Wapres

    Situasi Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan Presiden-Wapres

    Megapolitan
    [JABODETABEK SEPEKAN] Pengakuan Wanita Pengancam Jokowi | Anies Gubernur Rasa Presiden | Tipu Muslihat Djeni

    [JABODETABEK SEPEKAN] Pengakuan Wanita Pengancam Jokowi | Anies Gubernur Rasa Presiden | Tipu Muslihat Djeni

    Megapolitan
    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Belakang Kompleks Parlemen Senayan Dijaga Ketat

    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Belakang Kompleks Parlemen Senayan Dijaga Ketat

    Megapolitan
    Ini Pengalihan Lalu Lintas di Seputar Istana Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

    Ini Pengalihan Lalu Lintas di Seputar Istana Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

    Megapolitan
    Ini Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini, Buka Mulai Pukul 6.00 WIB

    Ini Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini, Buka Mulai Pukul 6.00 WIB

    Megapolitan
    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Jalan Seputar Istana Ditutup

    Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Jalan Seputar Istana Ditutup

    Megapolitan
    Ada Pelantikan Presiden-Wapres, CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan Hari Ini

    Ada Pelantikan Presiden-Wapres, CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan Hari Ini

    Megapolitan
    Petugas Damkar Lepas Cincin Mainan dari Jari Seorang Ibu

    Petugas Damkar Lepas Cincin Mainan dari Jari Seorang Ibu

    Megapolitan
    Yusril Enggan Tanggapi Kemungkinan Jadi Menteri Kabinet Jokowi

    Yusril Enggan Tanggapi Kemungkinan Jadi Menteri Kabinet Jokowi

    Megapolitan
    Perwakilan Pengusaha Sebut Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Memberatkan

    Perwakilan Pengusaha Sebut Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Memberatkan

    Megapolitan
    MUI: KH Ma'ruf Amin Ketua Umum Non Aktif hingga 2020

    MUI: KH Ma'ruf Amin Ketua Umum Non Aktif hingga 2020

    Megapolitan
    Viral Pemalakan Sopir Truk di Tambora, Pelaku Langsung Ditangkap

    Viral Pemalakan Sopir Truk di Tambora, Pelaku Langsung Ditangkap

    Megapolitan
    Cabuli 7 Bocah Perempuan di Jatinegara, Pelaku Berikan Uang Jajan untuk Tutup Mulut

    Cabuli 7 Bocah Perempuan di Jatinegara, Pelaku Berikan Uang Jajan untuk Tutup Mulut

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X