Polisi Belum Tentukan Jadwal Reka Ulang

Kompas.com - 20/09/2010, 19:10 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga kini, polisi belum menentukan jadwal reka ulang peristiwa penusukan dan penganiayaan dua pemuka Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Ciketing, Bekasi Timur. Polisi masih fokus untuk memburu pelaku penusukan terhadap Penatua Hasian Sihombing yang terjadi pada Minggu (12/9/2010) lalu.

"Reka ulang belum ditentukan jadwalnya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar di Direktorat Lalu Lintas Polri, Jakarta, Senin (20/9/2010).

Kombes Boy menjelaskan alasan pemanggilan saksi dari jemaat HKBP Pondok Timur Indah untuk melengkapi pemeriksaan dan mengetahui peristiwa yang sebenarnya terjadi. "Segala informasi masih diselidiki, penyidik akan mempelajarinya," katanya.

Minggu depan, menurut Boy, pihak jemaat HKBP akan menuruti Surat Keputusan Wali Kota Bekasi untuk beribadah di Gedung eks OPP, Bekasi Timur. Polisi juga siap menjaga ibadah bila terjadi kerawanan terkait kegiatan ibadah.

Terkait 10 tersangka yang telah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya, Boy menyatakan penahanan tersangka akan dipertimbangkan bila mereka melakukan permohonan penangguhan penahanan.

Petugas juga menyita tiga unit motor, baju korban, rekaman video, baju tersangka, dan kayu balok. Polisi akan menjerat para tersangka dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.(Tribunnews/Ferdinand Waskita)

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil, Rekening Bank Djeni Kosong, Habis Untuk Foya-foya

    Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil, Rekening Bank Djeni Kosong, Habis Untuk Foya-foya

    Megapolitan
    4 WNA Nigeria yang Terjaring Razia Terindikasi Penipuan Online

    4 WNA Nigeria yang Terjaring Razia Terindikasi Penipuan Online

    Megapolitan
    Proses Penghentian Swastanisasi Air di Jakarta Mandek

    Proses Penghentian Swastanisasi Air di Jakarta Mandek

    Megapolitan
    Walau Tanpa Wagub, Anies Klaim Pekerjaan Terlaksana Baik oleh Jajarannya

    Walau Tanpa Wagub, Anies Klaim Pekerjaan Terlaksana Baik oleh Jajarannya

    Megapolitan
    Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

    Prihatin dengan Kejadian yang Menimpa Wiranto, Kivlan Zen Kirim Bunga

    Megapolitan
    Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

    Melayat ke Ratusan Pusara Mr. X di TPU Pondok Ranggon...

    Megapolitan
    Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

    Anies: Kampung Melayu Masih Banjir padahal Sungai Sudah Dinormalisasi

    Megapolitan
    Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

    Kampung Akuarium Akan Dibangun Terintegrasi dengan Kawasan Cagar Budaya

    Megapolitan
    Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

    Kilas Balik Bus Transjakarta Zhong Tong yang Bermasalah Era Ahok

    Megapolitan
    2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

    2 Tahun Kepemimpinan Anies, Rumah DP Rp 0 Dibangun 780 Unit dari Target 232 Ribu Hunian

    Megapolitan
    Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

    Keluarga Minta Doa agar Wiranto Cepat Sembuh

    Megapolitan
    2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

    2 Tahun Jadi Gubernur, Anies Sebut Pengguna Transportasi Umum di DKI Meningkat

    Megapolitan
    Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

    Kapal yang Terbalik di Dermaga 210 Tanjung Priok Sudah Dievakuasi

    Megapolitan
    Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

    Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Saat Hindari Pohon Tumbang

    Megapolitan
    Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

    Kondisi Kendaraan Tidak Prima, Truk Trailer Tabrak Pembatas Tol Kemayoran

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X