Damien Dematra: Kasus HKBP Dipolitisasi

Kompas.com - 21/09/2010, 19:05 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Dugaan adanya motif politik dalam kasus penusukan pemuka agama Gereja Huria Kristen Batak Protestan di Ciketing, Bekasi, semakin kuat. Diduga ada kelompok yang merasa diuntungkan jika permasalahan ini tidak diselesaikan.

Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) Damien Dematra mengungkapkan, ia menduga ada skenario politis yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Hal itu semakin kuat setelah ia bertemu langsung dengan pihak yang sengaja menginginkan agar kasus tersebut tetap menemui jalan buntu.

"Saya sudah bertemu langsung dengan orang yang menginginkan agar kasus ini tidak diselesaikan," kata Damien dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/9/2010). "Kemarin analisa kita yang menyatakan bahwa kasus ini adalah sebuah skenario yang sengaja membenturkan umat beragama itu terbukti," tambahnya.

Dalam pertemuan di Jakarta itu, kata Damien, GPP justru mendapat ancaman jika mereka membantu menyelesaikan masalah HKBP ini. Meski demikian, Damien menolak menjelaskan identitas dan motivasi orang yang ingin memolitisasi masalah ini. Ia memastikan bahwa pihak yang ingin memperkeruh suasana ini bukan komunitas agama, melainkan komunitas politik nonpartai.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

    CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

    Megapolitan
    Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

    Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

    Megapolitan
    Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

    Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

    Megapolitan
    Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

    Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

    Megapolitan
    Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

    Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

    Megapolitan
    Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

    Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

    Megapolitan
     Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

    Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

    Megapolitan
    Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

    Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

    Megapolitan
    Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

    Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

    Megapolitan
    Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

    Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

    Megapolitan
    Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

    Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

    Megapolitan
    Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

    Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

    Megapolitan
    Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

    Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 Depok: Tambahan 12 Pasien Positif dalam Sehari

    UPDATE Covid-19 Depok: Tambahan 12 Pasien Positif dalam Sehari

    Megapolitan
    CFD Kota Bekasi Digelar Besok, 200 Personel Satpol PP Dikerahkan

    CFD Kota Bekasi Digelar Besok, 200 Personel Satpol PP Dikerahkan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X