Sejak 2007 Warga Mustika Jaya Resah

Kompas.com - 22/09/2010, 10:01 WIB
EditorHertanto Soebijoto

BEKASI, KOMPAS.com — Sejak tahun 2007, warga Kelurahan Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, resah dengan kondisi rumah di Jalan Puyuh Raya 14, yang dijadikan tempat kebaktian karena dinilai makin mengganggu ketenteraman masyarakat sekitar.

"Ketenteraman warga makin terusik karena rumah tersebut tidak memiliki halaman seperti rumah-rumah di sekitarnya," ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Badruzzaman Busyairi, Selasa (21/9/2010) di Bekasi. 

Ia mengisahkan, pada tahun 1990 jemaat HKBP PTI melakukan kebaktian untuk pertama kali di rumah Olo Samosir di perumahan PTI,  Blok F, Jalan Puyuh Raya 14, RT 01 RW 15, Kelurahan Mustika Jaya, Bekasi. Kebaktian digelar secara rutin pada setiap Minggu.

"Pada 13 Juni 1997, Ephorus selaku pucuk pimpinan HKBP melalui Surat Keputusan No 330/L05/VI/1997, menetapkan jemaat HKBP PTI resmi menjadi jemaat penuh di HKBP," tutur Badruzzaman.


Selama hampir 19 tahun, lanjutnya, masyarakat Mustika Jaya sudah toleran terhadap jemaat HKBP PTI. "Pemicunya, mereka merayakan Natal tahun 2008 di luar tanggal 25 Desember," tegasnya.

Pada 17 Januari 2009 pengurus RW 15 Kelurahan Mustika Jaya bersama pengurus kebaktian HKBP PTI menyelenggarakan pertemuan di kantor Sekretariat RW 15.

Badruzzaman mengatakan, pertemuan itu untuk menampung aspirasi warga yang semakin terganggu oleh kegiatan kebaktian yang berlangsung setiap hari Minggu di Jalan Puyuh Raya 14, termasuk perayaan Natal yang berlangsung pada 29 Desember 2008 di mana pihak HKBP PTI sengaja membuat tenda di depan rumah yang tak memiliki halaman.

"Adanya tenda itu praktis menutup jalan utama kompleks perumahan," kata Badruzzaman.

Dalam pertemuan itu, pengurus HKBP PTI akhirnya mengakui kebaktian yang mereka adakan tiap Minggu sejak tahun 1990 itu tidak pernah meminta izin kepada instansi terkait. "Pihak HKBP PTI tetap meminta pengertian dan toleransi kepada masyarakat sampai pengurus HKBP PTI dapat membangun gereja secara permanen," kata Badruzzaman.

Pekan-pekan selanjutnya, HKBP PTI tetap menggelar kebaktian di rumah di Jalan Puyuh Raya itu sehingga warga sekitar makin terganggu dengan kegiatan ibadah mereka.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

    Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

    Megapolitan
    Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

    Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

    Megapolitan
    Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

    Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

    Megapolitan
    Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

    Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

    Megapolitan
    AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

    AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

    Megapolitan
    Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

    Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

    Megapolitan
    Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

    Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

    Megapolitan
    Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

    Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

    Megapolitan
    Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

    Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

    Megapolitan
    Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

    Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

    Megapolitan
    Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

    Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

    Megapolitan
    Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

    Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

    Megapolitan
    Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

    Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

    Megapolitan
    Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

    Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

    Megapolitan
    Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

    Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X