HKBP Pondok Timur Selalu Diberi Toleransi

Kompas.com - 22/09/2010, 10:24 WIB
EditorHertanto Soebijoto

BEKASI, KOMPAS.com — Pihak Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah selalu meminta pengertian dan toleransi kepada warga sekitar untuk mengadakan kebaktian di rumah Jalan Puyuh Raya 14. Namun, ketika diberi kesempatan sampai waktu yang ditentukan, mereka melanggarnya hingga pertemuan digelar mulai dari lingkungan RW sampai kecamatan.

Pada 3 Januari 2010, pengurus RW 15 Kelurahan Mustika Jaya dan pengurus RT-RT di lingkungan RW 15 mengadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat, pengurus HKBP PTI, dan Lurah Mustika Jaya. Dalam pertemuan itu, pihak HKBP tetap meminta pengertian dan toleransi warga masyarakat agar dibolehkan mengadakan kebaktian di rumah Jalan Puyuh Raya 14, PTI, Bekasi.

"Perwakilan warga tersebut kemudian memberikan waktu sampai dua pekan setelah pertemuan (16/1/2010). Bila kesepakatan tidak berjalan, tiap pihak menyerahkannya kepada Lurah Mustika Jaya," ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi, Badruzzaman Busyairi, dalam rilisnya kepada pers di kantornya, Selasa (21/9/2010).

Tiga hari berikutnya, FKUB menerima aduan dari masyarakat RW 15 tentang keberatan warga terhadap rumah Jalan Puyuh 14. "Menurut para warga, rumah di sana dijadikan tempat ibadah secara rutin oleh jemaat HKBP PTI," tutur Badruzzaman.

Seusai koordinasi dengan FKUB Kota Bekasi, pihak kelurahan jadi fasilitator pertemuan antara Pengurus RW 15, RT-RT di lingkungan RW 15, sejumlah tokoh masyarakat, HKBP PTI, dan FKUB Kota Bekasi. Pertemuan itu menyimpulkan, HKBP PTI diberi toleransi untuk kebaktian di rumah Jalan Puyuh hingga 31 Januari 2010. Sesudah itu, rumah dikembalikan fungsinya sebagai tempat tinggal.

"Namun, ketika kesepakatan itu dituangkan dalam berita acara, pihak HKBP PTI tidak mau menandatanganinya," kata dia.

Karena HKBP PTI masih mengadakan kebaktian di rumah Jalan Puyuh Raya 14, warga sekitar datang meminta secara baik-baik agar rumah itu tak lagi jadi tempat ibadah dan memohon kepada aparat supaya menyegel rumah tersebut.

"Dua hari berikutnya, ada pertemuan di kantor Kecamatan Mustika Jaya yang dihadiri Muspida Kecamatan dan Pemerintah Kota Bekasi," ujar Badruzzaman.

Lagi-lagi, pertemuan itu menghasilkan kesepakatan agar rumah di Jalan Puyuh Raya 14 dikembalikan fungsi sebagai rumah tinggal sekaligus minta aparat yang berwajib menyegel rumah itu karena menyalahi peruntukannya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

    Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

    Megapolitan
    Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

    Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

    Megapolitan
    Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

    Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

    Megapolitan
    Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

    Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

    Megapolitan
    Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

    Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

    Megapolitan
    Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

    Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

    Megapolitan
    Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

    Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

    Megapolitan
    Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

    Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

    [POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

    Megapolitan
    Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

    Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

    Megapolitan
    Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

    Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

    Megapolitan
    Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

    Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

    Megapolitan
    Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

    Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

    Megapolitan
    Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

    Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

    Megapolitan
    Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

    Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X