Penyegelan Pertama Rumah di Puyuh Raya

Kompas.com - 22/09/2010, 11:19 WIB
EditorHertanto Soebijoto

BEKASI, KOMPAS.com — Pada 10 Februari 2010 Pemerintah Kota Bekasi menerbitkan surat penyegelan rumah di Jalan Puyuh Raya 14 sesuai Surat Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) No 640/271 -Wasdalbang/II/2010. Disebutkan, pemkot memberikan batas waktu kepada jemaat HKBP Pondok Timur Indah (PTI) sampai 26 Februari 2010.

"Untuk menindaklanjuti surat Dinas P2B itu dan menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Polres Metro Bekasi menyelenggarakan pertemuan di Operation Room Mapolres," ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Badruzzaman Busyairi, di Bekasi, Selasa (21/9/2010).

Pertemuan yang dipimpin Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Imam Sugianto itu diikuti para pejabat Pemkot Bekasi, FKUB, MUI Kota Bekasi, Camat dan Lurah Mustika Jaya, serta pengurus dan jemaat HKBP PTI, termasuk Pendeta Luspida Simanjuntak.

Sampai batas 26 Februari 2010 itu, jemaat HKBP PTI diminta pindah ke lokasi yang dicarikan Muspika Mustika Jaya, yaitu Ruko Nirwana, Kelurahan Pengasinan, atau Ruko Graha, Kelurahan Mustika Jaya.

"Saat itu Pemkot Bekasi bersedia mengurus permasalahan lokasi baru untuk jemaat HKBP, tetapi ditolak oleh HKBP," katanya.

Pada akhir Februari 2010 terjadi aksi unjuk rasa masyarakat Mustika Jaya yang menuntut rumah di Jalan Puyuh Raya dikembalikan fungsinya sebagai tempat tinggal. Ratusan aparat kepolisian dari Polsek Bantar Gebang dan Polres Metro Bekasi berhasil mengendalikan kedatangan massa dalam jumlah besar itu.

"Pihak HKBP PTI bersikukuh melakukan kebaktian di Jalan Puyuh Raya kendati pihak-pihak terkait tidak memberikan izin kepada mereka. Akhirnya, 1 Maret 2010 Dinas P2B Pemkot Bekasi menyegel rumah itu, tetapi jemaat HKBP menurunkan papan penyegelan," kata Badruzzaman.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

    Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

    Megapolitan
    Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

    Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

    Megapolitan
    Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

    Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

    Megapolitan
    Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

    Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

    Megapolitan
    DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

    DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

    Megapolitan
    Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

    Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

    Megapolitan
    Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

    Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

    Megapolitan
    Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

    Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

    Megapolitan
    Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

    Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

    Megapolitan
    Kembali Jabat Wakil Ketua DPRD DKI, Taufik Janji Selesaikan Lebih Banyak Perda

    Kembali Jabat Wakil Ketua DPRD DKI, Taufik Janji Selesaikan Lebih Banyak Perda

    Megapolitan
    Polisi Sudah Kembalikan Beberapa Mobil yang Digelapkan Djeni

    Polisi Sudah Kembalikan Beberapa Mobil yang Digelapkan Djeni

    Megapolitan
    Napi Remaja Kasus Pembunuhan Dapat Izin Keluar Lapas untuk Daftar Kuliah

    Napi Remaja Kasus Pembunuhan Dapat Izin Keluar Lapas untuk Daftar Kuliah

    Megapolitan
    Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

    Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

    Megapolitan
    Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

    Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

    Megapolitan
    Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

    Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X