Lelaki Jago Masak Itu Seksi

Kompas.com - 26/09/2010, 12:17 WIB
EditorHeru Margianto

KOMPAS.com - Apa yang membuat Titi Sjuman (29), musisi dan pemain film, jatuh cinta kepada Aksan Sjuman (40)? Ternyata, bukan lantaran tabuhan drum Aksan yang garang, tetapi karena laki-laki musisi ini membuatkannya sepiring pasta.

”Waktu pacaran, dia pernah tanya, ’apa aku lapar?’ Waktu dijawab ya, dia bukannya memesan makanan ke restoran cepat saji, tetapi malah menawarkan diri memasakkan aku pasta,” kenang Titi.

Titi pun merasa tersanjung dan terbang ke awan. Dan, sepiring pasta buatan Aksan itu terasa jauh lebih istimewa dibandingkan dengan pasta buatan restoran mana pun. Mengapa? Karena pasta itu dibuat dengan cinta. Aih..aih!

”Daripada dikasih berlian, jauh lebih romantis dan menyentuh kalau laki-laki itu mau ikut kerja urusan rumah, apalagi masak. Laki-laki bisa masak itu, sumpah, seksi!” cetus Titi bersemangat.

Di mana seksinya? Titi menggambarkannya dengan antusias. Laki-laki itu, katanya, dianggap berkorelasi dengan hal-hal yang kasar. Akan tetapi, ketika masak, kekasarannya seolah tenggelam begitu saja. ”Gerakan tangannya saat mengiris-iris, penuh perhatian. Duh, itu seperti penuh kasih sayang. Saya langsung membayangkan Aksan, waktu itu, pasti akan jadi bapak yang baik,” celoteh Titi yang juga penabuh drum ini.

Kini, pasangan itu telah menikah dan dikaruniai satu anak. Dan, dia benar-benar jadi suami dan bapak yang baik seperti Titi duga. Dia tetap mau memasak untuk Titi dan Miyake (5), putri mereka.

Pendapat serupa juga terlontar dari Arty Ardiwinata (36), seorang make up artist, di Jakarta. Baginya, laki-laki yang pandai memasak punya nilai plus. Jika ada dua laki-laki yang sama baiknya, tetapi salah satu jago masak, Arty mengaku lebih memilih yang jago masak.

Bagi Arty, memasak itu seni. Jadi, lelaki yang jago masak diyakininya lebih peka dan romantis. ”Andaikan nih, hanya dimasakin semangkuk mi instan dengan cabe rawit saja, rasanya sudah lebih romantis daripada dibawakan satu buket mawar, hahaha,” ujar Arty.

Linda Fitriesti (25), humas di salah satu perusahaan di Jakarta, juga lebih memilih dimasakkan capcay oleh sang pacar ketimbang dibawakan satu buket bunga. ”Kalau bunga udah biasa banget, dan saya bisa beli sendiri,” katanya.

Pacarnya memang jago memasak. Mereka berdua kerap mencoba berbagai resep baru. ”Pacaran jadi tidak membosankan,” katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X