PMI Segera Kirim Bantuan

Kompas.com - 29/09/2010, 13:03 WIB
EditorA. Wisnubrata

TARAKAN, KOMPAS.com - Kerusuhan massa di Tarakan yang terjadi sejak hari Minggu (26/9) menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi, sedikitnya lima tewas, dan puluhan orang luka. Untuk itu, PMI Kota Tarakan mengerahkan puluhan relawan, ambulans, beserta tim untuk memberi pertolongan pertama kepada para korban luka dan evakuasi warga ke lokasi yang aman dari kerusuhan.

Dalam pemberitahuannya lewat surat elektronik, Rabu (29/9/2010), Posko PMI Kota Tarakan mencatat, ada sekitar 15 ribu warga yang kebanyakan beretnis Bugis Makassar, terpaksa diungsikan demi keamanan mereka terkait kondisi yang terlampau rawan.

”Masyarakat kami ungsikan ke Mako LANAL Tarakan, Makodim 613/Raja Alam, Sat Radar, Tarakan. Sekitar 15 ribu warga mengungsi di sana. Hingga kini kami tetap bersiaga 24 jam untuk membantu warga,” ucap Kepala Markas PMI Kota Tarakan, Maharaja Laila Hady Candra, dari Markas PMI Kota Tarakan, Rabu.

Hingga saat ini, PMI Kota Tarakan menyiagakan personilnya di beberapa lokasi untuk berjaga-jaga di dalam kota dan beberapa titik-titik lokasi kerusuhan massa. Sementara itu, untuk bantuan kemanusiaan, PMI menargetkan akan mengirimkan beberapa paket bantuan.


”Paket bantuan dari PMI berupa hygiene kit, family kit, dan pendirian dapur umum untuk korban pengungsi, sudah mulai dikoordinasikan untuk segera dilakukan dan didistribusikan. Hari ini, layanan dapur umum akan segera didirikan,” ucap Kepala Subdiv  Respon Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Rukman Bai, di Posko Markas Pusat, Jakarta.

Ia juga menuturkan bahwa berdasarkan arahan langsung dari Ketua Umum PMI Jusuf Kalla pagi ini di Markas Pusat PMI, diharapkan seluruh paket bantuan segera dikirimkan dengan dukungan dari stok PMI Provinsi Kalimantan Timur.

”Semoga kondisi di Tarakan bisa segera pulih. PMI selalu siaga untuk membantu warga di sana,” ujar Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, di Markas Pusat PMI, Jakarta, Rabu.   Berdasarkan laporan dari PMI Kota Tarakan, kondisi makin meruncing pada hari Senin (27/9) ketika di Kelurahan Juata, Tarakan ada seorang warga yang meninggal dunia dalam peristiwa kerusuhan tersebut. Penyebab tewasnya warga asli Kalimantan Timur ini masih dalam proses penyidikan pihak yang berwajib.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

    Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

    Megapolitan
    Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

    Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

    Megapolitan
    Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

    Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

    Megapolitan
    Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

    Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

    Megapolitan
    Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman 'Online'

    Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman "Online"

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

    Megapolitan
    Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

    Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

    Megapolitan
    Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

    Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

    Megapolitan
    Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

    Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

    Megapolitan
    Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

    Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

    Megapolitan
    Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

    Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

    Megapolitan
    BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

    BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

    Berita Foto
    Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Megapolitan
    RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Megapolitan
    RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X