Satu Orang Diduga Tewas

Kompas.com - 29/09/2010, 13:56 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu orang diduga tewas dalam peristiwa bentrokan antardua kubu insiden Blowfish di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010). Berdasarkan infomasi yang dihimpun di lapangan, korban tewas akibat bacokan dari senjata tajam di bagian perut. "Yang tadi memakai jeans biru," kata seorang aparat keamanan.

Di lokasi kejadian, terlihat juga beberapa korban dengan muka berlumuran darah akibat pukulan. Terlihat pula seorang pria terkapar di jalanan.

Sebagai informasi, bentrokan terjadi di antara dua kelompok pemuda. Mereka diduga datang ke pengadilan karena hendak mengikuti jalannya pesidangan kasus perkelahian di klub Blowfish. Satu kelompok berkumpul di depan gedung pengadilan, sedangkan kelompok lain berada sekitar 200 meter ke arah perempatan Ragunan. Mereka tiba-tiba saling serang menggunakan berbagai senjata tajam. Setidaknya satu orang terlihat menderita luka bacok di kepala.

Di tengah bentrokan itu, terdengar letusan senjata dari arah kelompok di perempatan Ragunan. Tembakan diarahkan kepada kelompok yang berkumpul di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menurut pengamatan Kompas.com, terdengar 4-5 kali letusan.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kasus Covid-19 Jakarta Capai 22.909, Dinkes: Angka Ini Seolah-olah Wow

    Kasus Covid-19 Jakarta Capai 22.909, Dinkes: Angka Ini Seolah-olah Wow

    Megapolitan
    Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Sudah Habiskan Rp 101,5 Miliar

    Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Sudah Habiskan Rp 101,5 Miliar

    Megapolitan
    Penutupan Operasi Patuh Jaya, 1.169 Pengendara di Kota Tangerang Kena Tilang

    Penutupan Operasi Patuh Jaya, 1.169 Pengendara di Kota Tangerang Kena Tilang

    Megapolitan
    Lepas Jabatan Sekda Tangsel, Muhamad Langsung Blusukan ke Masyarakat

    Lepas Jabatan Sekda Tangsel, Muhamad Langsung Blusukan ke Masyarakat

    Megapolitan
    Pemkot Tangerang: Gelombang PHK Picu KDRT pada Masa Pandemi Covid-19

    Pemkot Tangerang: Gelombang PHK Picu KDRT pada Masa Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Klaim KBM Tatap Muka yang Digelar Cuma Simulasi

    Pemkot Bekasi Klaim KBM Tatap Muka yang Digelar Cuma Simulasi

    Megapolitan
    Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Meningkat Selama Pandemi

    Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tangerang Meningkat Selama Pandemi

    Megapolitan
    Mundur dari Jabatan Sekda, Muhamad Kembalikan Fasilitas Negara ke Pemkot Tangsel

    Mundur dari Jabatan Sekda, Muhamad Kembalikan Fasilitas Negara ke Pemkot Tangsel

    Megapolitan
    Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

    Setelah Ada Temuan Buaya 2,5 Meter, Damkar Kota Depok Sisir Kali Pesanggrahan Sawangan

    Megapolitan
    93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

    93 Pengendara Kena Tegur dalam Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

    Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

    Megapolitan
    Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

    Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

    Megapolitan
    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

    Megapolitan
    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

    Megapolitan
    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X