Inilah Kronologi Bentrok di PN Jaksel

Kompas.com - 29/09/2010, 15:50 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Bentrokan dua kubu sebelum persidangan kasus Blowfish di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pecah, Rabu (29/9/2010). Mereka adalah kubu pendukung tedakwa Bernandus Maela dan kubu yang berseteru dengannya.

Tiga korban dinyatakan tewas dan sejumlah korban lain mengalami luka serius akibat bacokan. Tiga polisi pun juga terluka terkena sabetan golok. Bahkan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy terserempet peluru di kakinya.

Berikut adalah kronologi awal kasus Blowfish hingga masuk ke proses persidangan dan detik-detik terjadinya tragedi kerusuhan antarpendukung pada siang tadi.

4 April 2010 Perkelahian antara dua kelompok suku yaitu Ambon dan Flores meledak di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City sekitar pukul 01.00 WIB. Perkelahian bermula saat seorang pemuda 17 tahun berusaha menerabas masuk klub. Saat bodyguard melarang masuk, ia memaksa dan akhirnya dipukuli oleh petugas satpam yang terlebih dahulu dipukulinya. Laki-laki itu mengaku anak pejabat, dan janji akan membalas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan, peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun, yang meninggal dua minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra.

22 September 2010 Persidangan insiden Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali perdana. Terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, didudukkan di kursi terdakwa. Namun, mereka lalu diamuk dan dipukuli pengunjung sidang dari kelompok berbeda yang bertikai saat hendak dibawa keluar dari ruang tahanan pengadilan menuju ruang sidang. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, tetapi tetap tak mampu menghadang bentrok antara dua kubu.

29 September 2010 Agenda persidangan lanjutan kasus Blowfish. Agenda ini bertepatan juga dengan agenda persidangan perdana mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dalam dua perkara suap dan korupsi masing-masing menerima suap dalam penanganan kasus Arowana dan perkara korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008.

Pukul 09.00 Sebanyak dua SSK polisi Samapta dan Antihuru-hara disiapkan oleh kepolisian lengkap dengan tameng dan helm pelindungnya guna mengamankan dan mengantisipasi terjadinya kembali aksi kerusuhan pengunjung sidang Blowfish. Pengunjung sidang Blowfish dan Susno sudah mulai terlihat mendatangi Pengadilan Negeri.

Pukul 10.30 Susno tiba di Pengadilan dengan pengawalan ketat. Kericuhan terjadi kala pemburu berita mencoba mengabadikan kedatangan dan sidang perdana mantan Kapolda Jawa Barat itu. Satu kaca nako ruang pos bantuan hukum Ikadin di pengadilan pecah karena kericuhan.

Pukul 11.00 Susno dihadapkan ke persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. Ruang sidang utama dipenuhi pengunjung, keluarga Susno, dan awak media. Di sisi lain, pengunjung sidang Blowfish berkeliaran mulai memenuhi lokasi persidangan.

Halaman:
Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu Berkedok Komunitas Ojol

    Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu Berkedok Komunitas Ojol

    Megapolitan
    BMKG: Sore Ini, Hujan Lebat Berpotensi Turun di Sebagian Jabodetabek dan Kabupaten Bogor

    BMKG: Sore Ini, Hujan Lebat Berpotensi Turun di Sebagian Jabodetabek dan Kabupaten Bogor

    Megapolitan
    Lokasi Pembangunan BTB School di Taman Pluit Putri Terendam Banjir

    Lokasi Pembangunan BTB School di Taman Pluit Putri Terendam Banjir

    Megapolitan
    Ekskavator Timpa JPO Abdullah Syafei, Operator Mengantuk akibat Begadang

    Ekskavator Timpa JPO Abdullah Syafei, Operator Mengantuk akibat Begadang

    Megapolitan
    Sering Hujan Lebat di Jakarta dan Sekitarnya, Ini Penjelasan BMKG

    Sering Hujan Lebat di Jakarta dan Sekitarnya, Ini Penjelasan BMKG

    Megapolitan
    Soal Penanganan Covid-19, Epidemiolog: Depok Harus Dibantu Jakarta

    Soal Penanganan Covid-19, Epidemiolog: Depok Harus Dibantu Jakarta

    Megapolitan
    Kedapatan Layani Dine In, Sebuah Restoran di Hotel Rawamangun Ditutup Tiga Hari

    Kedapatan Layani Dine In, Sebuah Restoran di Hotel Rawamangun Ditutup Tiga Hari

    Megapolitan
    SDA Jakpus Rencanakan Buat Pintu Air Cegah Kembali Genangan di TPU Karet Bivak

    SDA Jakpus Rencanakan Buat Pintu Air Cegah Kembali Genangan di TPU Karet Bivak

    Megapolitan
    Ekskavator Timpa JPO Abdullah Syafei, Terguling Saat Akan Diangkut

    Ekskavator Timpa JPO Abdullah Syafei, Terguling Saat Akan Diangkut

    Megapolitan
    Banjir Terjang Ranggamekar Bogor, Dinding Dapur Rumah Warga Jebol

    Banjir Terjang Ranggamekar Bogor, Dinding Dapur Rumah Warga Jebol

    Megapolitan
    Polres Bandara Soetta Musnahkan 893,7 Gram Sabu Selundupan Lintas Provinsi

    Polres Bandara Soetta Musnahkan 893,7 Gram Sabu Selundupan Lintas Provinsi

    Megapolitan
    Banjir yang Merendam RW 004 Kembangan Utara Akhirnya Surut

    Banjir yang Merendam RW 004 Kembangan Utara Akhirnya Surut

    Megapolitan
    Wagub DKI: Kami Rapat Hampir Tiap Hari dengan Pusat, Bahas ICU Pasien Covid-19 hingga Karantina

    Wagub DKI: Kami Rapat Hampir Tiap Hari dengan Pusat, Bahas ICU Pasien Covid-19 hingga Karantina

    Megapolitan
    Langgar Batas Jam Operasional, Tempat Hiburan Malam hingga Spa di Bekasi Disegel

    Langgar Batas Jam Operasional, Tempat Hiburan Malam hingga Spa di Bekasi Disegel

    Megapolitan
    Epidemiolog: Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Depok Kecil, Wajar Cepat Penuh

    Epidemiolog: Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Depok Kecil, Wajar Cepat Penuh

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X