Sindikat Curanmor Ditangkap

Kompas.com - 07/10/2010, 11:21 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS - Operasi "Curanmor Progo 2010" yang digelar Kepolisian Daerah DIY di seluruh wilayah DIY sejak 27 September menangkap total 34 tersangka pencuri kendaraan bermotor. Sebanyak 70 unit kendaraan bisa diamankan, terdiri atas 62 unit roda dua dan 8 unit roda empat.

"Bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bisa mengecek di Polda dengan membawa bukti-bukti kepemilikan. Pengambilan kendaraan tidak dipungut biaya apa pun. Gratis," kata Kepala Kepolisian Daerah (Polda) DIY Brigadir Jenderal Ondang Sutarsa BS, dalam konferensi pers di Markas Polda DIY, Rabu (6/10).

Operasi yang masih akan berlangsung hingga 11 Oktober itu dilakukan untuk menekan jenis kejahatan yang termasuk tinggi di DIY tersebut. Dari data yang dirilis Polda, pada 2009 terdapat 590 laporan pencurian kendaraan bermotor di seluruh DIY atau rata-rata terjadi 1,6 kasus setiap hari.

Pada tahun ini, hingga Agustus tercatat terjadi 328 kasus yang dilaporkan, namun yang bisa terungkap baru 58 kasus. Mobilitas para pelaku yang tinggi hingga ke luar daerah, dikatakan Ondang, menjadi salah satu kesulitan terbesar polisi dalam mengungkap kasus-kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).


"Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan pengamanan berganda (kunci) untuk kendaraannya," ujar Ondang. Modus yang paling sering digunakan pelaku pencurian adalah memakai kunci palsu atau kunci T. Mayoritas kasus terjadi di tempat- tempat umum.

Sindikat

Direktur Reserse Kriminal Polda DIY Komisaris Besar Napoleon Bonaparte mengatakan, mayoritas para pelaku merupakan anggota sindikat pencurian yang bekerja berdasarkan pesanan. Para pelaku bisa beraksi hanya dalam hitungan menit untuk membongkar kunci dan membawa kabur kendaraan.

"Setelah mendapatkan kendaraan yang dipesan, mereka langsung menyerahkan ke penadah untuk dibawa ke luar kota," kata Napoleon. Setelah itu, penadah akan menjual kendaraan hasil curian dalam bentuk bagian-bagian yang sudah dipereteli atau dalam kondisi utuh dengan surat-surat kelengkapan palsu.

Napoleon menambahkan, DIY menjadi wilayah sasaran empuk bagi sindikat curanmor karena tingginya populasi kendaraan, khususnya roda dua. "Hal itu diperburuk dengan rendahnya kewaspadaan warga terhadap keamanan kendaraannya, misalnya tidak memberi kunci atau gembok berlapis," katanya. 

Tersangka cilik

Pada kesempatan itu juga digelar barang bukti kendaraan yang dicuri, peralatan, serta para tersangka di halaman Markas Polda. Di jajaran para tersangka terdapat dua anak di bawah umur, yakni R (17) dan AS (14).

Keduanya tertangkap karena mencuri sebuah sepeda motor di Kecamatan Galur, Kulon Progo, yang diakui keduanya baru dilakukan sekali. "Rencananya motor itu mau dijual dan uangnya untuk main," kata AS.

Terkait dua tersangka di bawah umur itu, Ondang mengatakan, akan tetap memproses secara hukum. "Masalah keputusannya akan seperti apa, kami serahkan kepada hakim dan jaksa nanti," katanya. (ENG)  



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswi Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, KPAI Nilai Sekolahnya Belum Ramah Anak

Siswi Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, KPAI Nilai Sekolahnya Belum Ramah Anak

Megapolitan
Ruang ICU Terbatas, RSUI Rujuk Korban Kecelakaan Bus di Subang ke Rumah Sakit Lain

Ruang ICU Terbatas, RSUI Rujuk Korban Kecelakaan Bus di Subang ke Rumah Sakit Lain

Megapolitan
Demo Selesai, Buruh Berangsur Pulang, Jalan di Depan Gedung DPR Dibuka Kembali

Demo Selesai, Buruh Berangsur Pulang, Jalan di Depan Gedung DPR Dibuka Kembali

Megapolitan
KSPI Sebut Buruh Tidak Dilibatkan dalam Pembuatan Draf Omnibus Law

KSPI Sebut Buruh Tidak Dilibatkan dalam Pembuatan Draf Omnibus Law

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Penadah Sepeda Motor Curian yang Beroperasi di Tangsel

Polisi Tangkap 2 Penadah Sepeda Motor Curian yang Beroperasi di Tangsel

Megapolitan
SDN Samudrajaya 04 Bekasi Rusak Parah, Sisa Dana BOS Hanya Cukup untuk Cat Dinding

SDN Samudrajaya 04 Bekasi Rusak Parah, Sisa Dana BOS Hanya Cukup untuk Cat Dinding

Megapolitan
Polisi Sita Ribuan Botol Miras Chivas, Imperial, Hennesey yang Hendak Dipalsukan

Polisi Sita Ribuan Botol Miras Chivas, Imperial, Hennesey yang Hendak Dipalsukan

Megapolitan
Miras Impor Palsu di Jakarta Utara Dipromosikan Lewat Status WA

Miras Impor Palsu di Jakarta Utara Dipromosikan Lewat Status WA

Megapolitan
Tertunduk, Tersangka Pelecehan Seksual di Bekasi Mengaku Menyesal

Tertunduk, Tersangka Pelecehan Seksual di Bekasi Mengaku Menyesal

Megapolitan
Pemuda yang Tabrak Polisi Lalu Lintas di Senayan Positif Konsumsi Ganja

Pemuda yang Tabrak Polisi Lalu Lintas di Senayan Positif Konsumsi Ganja

Megapolitan
Kenalkan Dua Calon Baru, Gerindra Sebut Pemilihan Wagub DKI Awal Februari

Kenalkan Dua Calon Baru, Gerindra Sebut Pemilihan Wagub DKI Awal Februari

Megapolitan
Dua Cawagub Baru DKI Disepakati, Bagaimana Proses Selanjutnya?

Dua Cawagub Baru DKI Disepakati, Bagaimana Proses Selanjutnya?

Megapolitan
Basarnas Bentuk Tim Penyelamat Cari Santri yang Hanyut di Bogor

Basarnas Bentuk Tim Penyelamat Cari Santri yang Hanyut di Bogor

Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi

Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi

Megapolitan
Dua Nama Cawagub DKI yang Baru Akan Langsung Diserahkan ke Anies

Dua Nama Cawagub DKI yang Baru Akan Langsung Diserahkan ke Anies

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X