Itu Hanya Genangan, Bukan Banjir

Kompas.com - 08/10/2010, 10:33 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga tahun memimpin Ibu Kota RI, Gubernur Fauzi Bowo menolak jika Jakarta dikatakan mengalami banjir. Dia mengatakan, di Jakarta hanya terjadi genangan, bukan banjir.

"Harus dibedakan antara banjir dan genangan," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat menghadiri pisah sambut Kapolda Metro Jaya, Kamis (7/10/2010).

Pria yang akrab dipanggil Foke ini mengatakan, harus ada pembedaan antara banjir dan genangan. "Kalau banjir itu satu dua hari air di situ. Sedangkan genangan air itu lewat. Ini saya jelaskan perlu ada pemahaman tentang itu," ujarnya.

Foke pun mencontohkan salah satu upayanya mengatasi banjir dan genangan. "Dulu Kebon Nanas di Jalan Panjaitan sempat terjadi genangan. Setelah kami perbaiki sekarang tidak ada lagi," katanya.

Kepada wartawan, Foke juga mengatakan, proyek Kanal Banjir Timur (KBT) berhasil dijalankan. "Tapi Anda catat yang sedang dan akan kerjakan. Yang sudah dilakukan Anda lupakan," lanjutnya.

Menurut pantauan Kompas.com, Jakarta memang tidak banjir. Namun, belakangan ini, hujan deras yang sering mengguyur Ibu Kota mengakibatkan genangan berbahaya di berbagai wilayah. Contoh genangan langganan terjadi di perempatan Kuningan, Jalan Gatot Subroto, Semanggi, dan depan Mal Gandaria City. Genangan pun berujung pada kemacetan panjang.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

    Sudah 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSPI Sulianti Saroso

    Megapolitan
    Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

    Sempat Jadi PDP, Status Dokter Tirta Turun Jadi ODP

    Megapolitan
    Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

    Kronologi Penangkapan Komplotan Pengedar Sabu Seberat 11,1 Kilogram

    Megapolitan
    Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

    Sudinsos Jakbar Pastikan Stok Pangan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Terpenuhi Selama Isolasi

    Megapolitan
    RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

    RSPI Sulianti Saroso Isolasi 25 Pasien, 15 Positif, 2 PDP Meninggal Dunia

    Megapolitan
    UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

    UPDATE: 36 Orang Positif Covid-19 dan 1 Sembuh di Bekasi

    Megapolitan
    Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

    Wali Kota Minta Perkantoran di Depok Terapkan Kerja dari Rumah sampai 11 April

    Megapolitan
    Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

    Politisi PDI-P Nilai Lockdown Belum Perlu Diterapkan di Jakarta

    Megapolitan
    Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

    Depok Belum Dapat Restu Pemprov Jawa Barat untuk Local Lockdown

    Megapolitan
    14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

    14 RW di Kelurahan Pondok Kelapa Batasi Akses Keluar Masuk Lingkungan

    Megapolitan
    Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

    Ini Peran Tiga Tersangka Penyebar Hoaks Covid-19 di Food Street Kelapa Gading

    Megapolitan
    Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

    Bekasi Tetapkan Status Siaga Bencana Covid-19, Apa Dampaknya Bagi Warga?

    Megapolitan
    Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

    Enam Penyelundup 11,1 Kilogram Sabu Beraksi di Tengah Sepinya Jakarta karena Covid-19

    Megapolitan
    Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

    Lebih Besar dari Angka Kematian Nasional, 283 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

    Megapolitan
    3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

    3 Penyebar Hoaks Terkait Covid-19 di Jakarta Utara Ditangkap

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X