Kawanan Curanmor Bekasi Dibekuk Polisi

Kompas.com - 01/11/2010, 16:18 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua dari empat kawanan pencuri spesialis sepeda motor yang beroperasi di wilayah Bekasi Kota berhasil dibekuk polisi. Keduanya yang merupakan kawanan dari Sukabumi mengaku telah melakukan pencurian di lebih dari 10 tempat.

"Ada dua orang yang ditangkap, dua lainnya masih buron," kata Komisaris Ade Ary Syam, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, saat dihubungi wartawan, Senin (1/11/2010).

Kedua tersangka ini ditangkap petugas di Komsen Jati Asih sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (30/10/2010). "Pelaku gagal mencuri karena pemilik rumah terbangun. Kedua pelaku berhasil ditangkap, namun ditembak kakinya karena saat berusaha kabur," kata Ade.

Dua yang ditangkap ini adalah Opick bin Tahur, yang mengalami luka tembak di kaki kanannya, dan M Bustomo alias Dede, yang juga mengalami luka yang sama seperti Opick. "Dari pengakuan keduanya, sudah beroperasi di 10 tempat, seperti di Bantar Gebang, Bekasi Timur, dan Pondok Gede," kata Ade.

Saat melakukan aksinya, tersangka Opick mencari dan menentukan sasaran dengan berpura-pura menjadi penjual kain gorden dari rumah ke rumah. Setelah menemukan target, saat dini hari tiba, Opick dan dua tersangka yang masih buron, Dede dan Marwan menuju lokasi rumah korban. "Di lokasi, mereka berbagi peran. Opick berperan merusak kunci sepeda motor dengan kunci letter T. Dua yang lain mengamankan lokasi," ujar Ade.

Setelah berhasil dirusak kuncinya, sepeda motor diamankan kedua teman Opick. Apabila terdapat lebih dari satu sepeda motor, tersangka Marwan ikut membantu. "Sepeda motor curian lantas dijual ke penadah bernama Uus di Jampang Sukabumi, dengan harga Rp 1,7-Rp 4 juta," terang Ade.

Dari tangan dua tersangka, beberapa sepeda motor curian yang belum dijual berhasil diamankan, yaitu satu buah sepeda motor Yamaha Vixion Hitam, satu buah sepeda motor Honda Vario Putih, dan satu buah sepeda motor Yamaha Vega Putih. Diamankan pula lima buah kunci letter T dan satu tas kulit warna hitam.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X