Komplotan Curanmor Tangerang Diringkus

Kompas.com - 15/11/2010, 04:47 WIB
Editor

Tangerang, Kompas - Sepuluh tersangka dari empat komplotan pencurian sepeda motor diringkus Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Jatiuwung, Tangerang, Sabtu (13/11). Dari para tersangka, polisi menyita 13 sepeda motor, enam kunci ”T”, sebuah badik, pisau, dan obeng.

Polisi masih mengejar lima pelaku lainnya yang diduga sebagai otak pencurian tersebut.

Ke-10 tersangka itu berinisial JY, MM, MS, UD, IS, AK, TL, HR, IN, dan AS. Mereka berperan sebagai pemetik atau pelaku, pengawas situasi, dan penadah hasil curian. Sementara lima pelaku yang masuk daftar pencarian orang adalah PR, ZN, AD, EY, dan JN.

Terungkapnya komplotan curanmor ini bermula ketika tersangka berinisial MS ditangkap massa saat mencuri sepeda motor milik warga yang sedang diparkir di Jalan Sundoro, Villa Tangerang Indah, Gebang Raya, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, akhir pekan lalu.

”Tersangka ini sempat menjadi bulan-bulanan massa hingga babak belur. Selanjutnya tersangka diamankan polisi,” kata Kepala Polsek Jatiuwung Komisaris M Samsu Arifin, Minggu.

Namun, lanjut Samsu, aksi main hakim sendiri tidak berlangsung lama karena tersangka segera diamankan petugas setiba di lokasi kejadian setelah mendapat informasi dari masyarakat. ”Tersangka dua tahun terakhir ini melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah Tangerang dan Jakarta,” ujarnya.

Kepada petugas, MS mengaku, setiap menjalankan aksi, dirinya tidak sendirian. Tersangka dibantu sejumlah rekan. Berdasarkan informasi itu, pihak kepolisian mengembangkan kasus tersebut, hingga meringkus 10 tersangka.

Samsu menjelaskan, komplotan curanmor itu menjalankan aksi mereka di parkiran warnet, pertokoan, teras, kontrakan, dan permukiman penduduk. Biasanya mereka beraksi pukul 16.00 hingga 19.00 serta dini hari.

Berkaitan dengan tertangkapnya para tersangka, Samsu meminta masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar datang ke Kantor Polsek Jatiuwung untuk melihat barang bukti. Barangkali di antara sepeda motor itu ada yang merupakan milik mereka.

”Warga yang merasa kehilangan silakan datang dan membawa bukti keabsahan surat-surat kendaraan. Apabila ada surat yang sesuai dengan barang bukti itu, langsung kami serahkan tanpa dipungut biaya,” papar Samsu.

Saat ditanya wartawan, AK, salah satu tersangka, mengatakan sudah dua tahun ia melakukan aksi pencurian. Hasil curian sepeda motor itu dijual ke wilayah Banten dan Sumatera. ”Harganya bervariasi, Rp 1,4 juta hingga Rp 1,7 juta per unit,” kata AK. (PIN)

 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X