Usus Ayam Berformalin

Kompas.com - 26/11/2010, 03:53 WIB
Editor

Jakarta, kompas - Sebanyak 650 kilogram usus ayam berformalin yang siap dipasarkan disita aparat Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Barat, Kamis (25/11). Sebanyak 200 kilogram di antaranya telah diangkut ke Pasar Tambora, Jakarta Barat, untuk dijual.

Polisi menangkap LTF, pemilik usaha jualan usus ayam berformalin, saat tengah mengantarkan usus ayam itu di Jalan Duri Utara Raya, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, sekitar pukul 03.00. Usus ayam sebanyak 200 kilogram (kg) itu diangkut dengan mobil jenis pikap dan dijual kepada pedagang bubur ayam dan sate usus.

Dari temuan itu, polisi mendapatkan 350 kg usus ayam yang sudah dicampur formalin dan 100 kg usus ayam yang masih dalam proses pencampuran formalin di rumah pelaku di Desa Bambu Apus, RT 01 RW 04, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi juga menyita satu jeriken berisi 3 liter formalin.

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Aan Suhanan kemarin mengatakan, praktik penjualan usus ayam berformalin itu telah berjalan selama tiga tahun. ”Dalam satu hari, pelaku bisa menjual sampai 500 kg usus ayam berformalin. Harganya Rp 7.500 per kg,” katanya.


LTF mendapatkan usus ayam dari rumah pemotongan ayam dengan harga Rp 3.000 per kg. Keuntungan yang diperoleh per hari bisa mencapai sekitar Rp 2,25 juta.

Menurut pengakuan dia, setelah diambil dari rumah pemotongan ayam, usus ayam itu dibersihkan, lalu direbus. Setelah itu, usus ayam dimasukkan ke dalam bak air yang sudah dicampur formalin. Usus ayam direndam selama 24 jam dalam cairan tersebut.

Setelah proses pencampuran dengan formalin selesai, usus ayam lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan disimpan di lemari pendingin. Hari berikutnya, usus ayam yang dicampur formalin itu telah siap untuk dipasarkan.

Saat ini polisi masih memeriksa 12 karyawan, di antaranya Sanen, Didik, Sultan, Topan, dan Herman. ”Mereka bertindak sebagai pencampur, pengolah, sopir, dan kernet mobil pengangkut,” ujar Aan.

Saat dilakukan pengujian, terbukti bahwa usus ayam itu memang mengandung formalin. Namun, kadar formalin dalam usus itu belum bisa diketahui secara pasti.

Penyelidik Kementerian Kesehatan, Sarlan, mengatakan, saat dilakukan uji laboratorium semikuantitatif dengan skala warna, terbukti bahwa usus ayam itu mengandung formalin. ”Warna di kertas uji menunjukkan warna ungu dan hitam. Semakin tinggi kadar formalin, indikasi warnanya semakin hitam,” ujar Sarlan sambil menunjukkan kertas skala warna uji formalin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Megapolitan
Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Megapolitan
Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Megapolitan
TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

Megapolitan
Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Megapolitan
Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Megapolitan
Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Megapolitan
12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

Megapolitan
Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Megapolitan
Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Megapolitan
Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Megapolitan
Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Megapolitan
2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X