Polresta Denpasar Ringkus Aksi Curanmor

Kompas.com - 29/12/2010, 17:41 WIB
EditorI Made Asdhiana

DENPASAR, KOMPAS.com - Aparat Polresta Denpasar berhasil membekuk 2 komplotan curanmor lintas provinsi yang selama ini meresahkan warga Bali. Dua komplotan asal Buleleng dan Surabaya ini telah melakukan aksinya di sejumlah wilayah Denpasar serta Badung dan berhasil mencuri ratusan motor milik warga.

“Diperkirakan mereka sudah beraksi ratusan kali, karena sampai lupa dimana saja mereka mencuri, dan hanya ingat 42 motor,” ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Suryanbodo Asmoro, saat jumpa pers laporan akhir tahun di Mapolda Bali, Rabu (29/12/2010).

Terbongkarnya komplotan ini bermula dari informasi jasa ekspedisi yang curiga terhadap adanya pengiriman sepeda motor dengan jumlah yang besar dalam waktu singkat. Setelah menyelidiki pengirim dan penerima sepeda motor tersebut, aparat Polresta Denpasar berhasil menangkap Bambang dari komplotan Surabaya di Jalan Simo Gunung Kramat Surabaya Selatan.

Dari keterangan Bambang, Polresta kemudian menyasar pelaku lain dan berhasil menciduk Ahmad Arifin, warga Madura yang menetap di Jalan Kebo Iwa Gang Batur, Denpasar. “Mereka adalah otak dari kelompok Surabaya,” imbuh Kapolresta.

Empat anggota komplotan mereka yakni Kmr, IFN, Al, TGH, serta dua orang penadah USM, dan RS, kini masih dalam pengejaran polisi.

Modus mereka adalah menyasar sepeda motor yang sedang diparkir di depan rumah warga di sekitar kawasan Denpasar dan Badung. Setelah pada siang hari mereka mendapatkan sepeda motor sasaran mereka, pada malam harinya langsung dikirim ke Surabaya.

”Pengiriman dilakukan melalui paket dan kargo,” jelas Kapolresta.

“Setelah tiba di Surabaya, motor-motor tersebut dikirim ke Madura, dan setelah itu entah kemana,” kata Kapolresta.

Dari tangan mereka, petugas berhasil mengamankan 42 motor hasil curian.

Sementara untuk komplotan Buleleng, modus pencurian hampir sama dengan komplotan Surabaya, namun sepeda motor hasil curian tidak dikirim keluar kota melainkan digadaikan di Buleleng.

Empat tersangka komplotan Buleleng masing-masing Ketut Wirawan, Ketut Adi Putra Sukadana, Gede Sugianta, dan Made Ratdipa alias Derat bertugas mencuri sepeda motor. Sementara satu tersangka lainnya Made Adi Arianta berperan sebagai penadah. Dari tangan kelimanya polisi berhasil menyita 27 sepeda motor hasil curian.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Begini Cara MRT Jakarta Relokasi Pohon di Monas dan Thamrin yang Terkena Proyek

Megapolitan
Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Gumpalan Minyak di Perairan Pulau Pari Diduga Berasal dari Kapal yang Melintas

Megapolitan
Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Dirut Sebut Pengerjaan MRT Fase 2A Bagian dari Pemulihan Ekonomi

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Perairan Pulau Pari Dibersihkan dari Limbah Gumpalan Minyak, Terkumpul 380 Karung

Megapolitan
Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Dituduh Culik Anak hingga Fotonya Disebar, Pria di Bogor Lapor Polisi

Megapolitan
40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

40 Truk Keliling Tangerang Semprot Disinfektan, Wakil Walkot Sebut untuk Ingatkan Pandemi Belum Usai

Megapolitan
UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

UPDATE 10 Agustus: 17 RW di 15 Kelurahan Kota Bekasi Masuk Zona Merah

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

UPDATE 11 Agustus: Bertambah 10, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 647

Megapolitan
Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Dituding Lecehkan Anak-anak secara Seksual, Pria di Citayam Nyaris Diamuk Warga

Megapolitan
Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Perairan Pulau Pari Tercemar Gumpalan Minyak Berwarna Hitam

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Kembali Bertambah

Megapolitan
Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Hujan Deras dan Saluran Air Tersumbat, Kawasan Lenteng Agung Sempat Terendam

Megapolitan
Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Setelah Anji, Polisi Panggil Hadi Pranoto Terkait Video Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Tak Ada Dana, Insentif Tukang Gali Kubur dan Sopir Ambulans Khusus Covid-19 di Jakarta Tertunda

Megapolitan
Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Sejumlah Warga Mengamuk Saat Razia Masker, Banting Dompet hingga Minta Dipenjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X