Museum Batak Diresmikan 18 Januari

Kompas.com - 05/01/2011, 07:16 WIB
EditorJodhi Yudono

MEDAN, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan meresmikan Museum Batak di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada 18 Januari 2011.

Dalam rapat teknis di Kantor Gubernur Sumut di Medan, Selasa, Pelaksana Sekretaris Daerah Provisi (Sekdaprov) Sumut Hasiholan Silaen mengatakan, Presiden Yudhoyono dan rombongan direncanakan terbang dari Jakarta ke Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara.

Setelah itu, Presiden dan rombongan direncanakan melalui jalan darat menuju lokasi Museum Batak di Balige.

Untuk memantapkan penyambutan Presiden Yudhoyono dan pelaksanaan peresmian itu, pihaknya akan mengoordinasikan kegiatan dengan pihak protokoler Istana Kepresidenan.

"Kami diundang untuk menghadiri rapat persiapan peresmian museum itu di Istana Negara, Rabu (5/1/2011) pukul 14.00. Besok kami harus ke Jakarta," kata Hasiholan.

Menanggapai hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumut Rapotan Tambunan menyebutkan bahwa kondisi Bandara Silangit cukup memprihatinkan.

Selain itu, kondisi jalan dari Bandara Silangit hingga Balige perlu diperbaiki sebelum dilintasi Presiden Yudhoyono dan rombongan. "Toiletnya kurang layak dan ruang VIP hanya berukuran 4 meter x 5 meter," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan keterangan itu, Hasiholan memerintahkan agar Bandara Silangit dibenahi, termasuk infrasturuktur jalan menuju lokasi Museum Batak tersebut. "Jalan Balige-Silangit banyak yang berlubang. Itu harus dibereskan setidaknya H-3," katanya.

Ia menambahkan, Presiden Yudhoyono juga direncanakan meresmikan dua proyek lain, yakni PLTA Asahan 1 dan pembangkit listrik di Simangkok.

Namun, penandatanganan prasasti kedua proyek tersebut hanya akan dilakukan di Balige tanpa peninjauan ke lokasi proyek.

Karena itu, pihaknya mengimbau agar pihak-pihak terkait dapat menyiapkan stan kedua proyek tersebut guna ditinjau Presiden Yudhoyono seusai peresmian. "Harus ada stan proyek di Balige nantinya biar bisa dilihat profil proyek secara jelas," ujar Hasiholan.

Prasasti yang akan ditandatangani Presiden itu akan ditembuskan ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama PLN.

Secara teknis, Hasiholan juga mengingatkan agar perwakilan masyarakat yang menyambut Presiden Yudhoyono menggunakan pakaian adat daerah masing-masing.
Adapun pengamanan dalam kunjungan Presiden akan dikoordinasikan dengan Kodam I/Bukit Barisan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.