Siapa Kehilangan Mobil, Datang ke Polda!

Kompas.com - 05/01/2011, 17:01 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Satresmob Ditreskrimum) berhasil membekuk empat kelompok yang tergabung dalam sindikat spesialis pencurian mobil.

"Dari para tersangka, polisi berhasil mengamankan 26 mobil yang dicuri di wilayah Jakarta untuk dipasarkan ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Herry Rudolf Nahak, didampingi Kepala Bidang Humas Komisaris Besar  Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu (5/1/2011).

Herry mengatakan, empat kelompok pencurian spesialis mobil itu terdiri dari 15 tersangka, antara lain Mul, Has, Rok alias BC, Yon dan Suk alias Ato yang berperan sebagai pemetik, Her (penadah) dan YD (perantara).

Sindikat itu berhasil diungkap, kata Herry, berkat laporan masyarakat yang melaporkan kehilangan. "Para pemetik menggunakan kunci palsu dan "T" untuk mencuri kendaraan roda empat terpakir di pinggiran jalan, bahkan di halaman rumah warga," katanya.


Hebatnya, kata Herry, para tersangka hanya membutuhkan waktu sekitar 5- 0 menit untuk melancarkan aksinya. "Mereka cukup cepat melancarkan aksinya. Dengan memotong kabel alarm, merusak pintu, dan setir mobil," katanya.

Setelah berhasil, pelaku kemudian mengubah identitas dan dokumen palsu dan menjual kepada penadah dengan kisaran harga dari Rp 25 juta hingga Rp 70 juta per mobil. Mobil yang kerap menjadi sasaran pencurian adalah jenis Innova, Avanza, Xenia, APV, Freed, Vios dan X-Trail yang laku di pasaran.

Bagi mereka yang kehilangan mobil, Herry mengatakan, agar mendatangi Polda Metro Jaya guna mengambil mobil miliknya dengan membawa surat atau dokumen asli kendaraan serta laporan kehilangan dari kepolisian.

Herry juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengamankan kendaraannya. "Karena aksi yang cukup cepat dan lihai, sebaiknya pemilik mobil menambah pengaman. Misalnya alarm tambahan atau menambah kunci setir," ujarnya.

Dikatakan, masyarakat juga wajib curiga, kalau mendapati tawaran mobil yang murah. Misal harga pasaran Rp 125 juta dijual Rp 30 juta, karena itu bisa dipastikan barang curian. "Kalau tetap dibeli, bisa dikenakan tuduhan sebagai penadah," ujar Herry.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Megapolitan
Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana Jadi Cepat

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana Jadi Cepat

Megapolitan
Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Megapolitan
Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Megapolitan
Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Megapolitan
Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Megapolitan
Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Megapolitan
Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Megapolitan
Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Megapolitan
Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Megapolitan
Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Megapolitan
Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Megapolitan
Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X