Atasi Kemacetan, Pelat Mobil Diundi

Kompas.com - 10/01/2011, 07:46 WIB
EditorEgidius Patnistik

BEIJING, KOMPAS.com — Kemacetan di ibu kota China sudah terlalu parah sehingga Pemerintah Kota Beijing menerapkan kebijakan pembatasan pengeluaran pelat nomor bagi mobil baru. Kantor berita Xinhua, Minggu (9/1/2011), melaporkan, pemerintah hanya akan mengeluarkan 20.000 pelat nomor baru setiap bulan untuk membatasi jumlah mobil yang makin menyesaki jalanan di Beijing. Padahal, jumlah pemilik mobil baru pada bulan Januari ini saja mencapai 215.425 orang.

Untuk mendapatkan pelat nomor, calon pembeli mobil harus mengajukan permohonan pada delapan hari pertama setiap bulan. Setelah itu, para pemohon itu akan diundi pada akhir bulan, dan hanya 20.000 pemenang yang akan mendapatkan pelat nomor resmi dan hak membeli mobil baru. Kapan kebijakan serupa diterapkan di Jakarta ya? (AFP/AP/DHF)

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Proyek 1 Juta Sumur Resapan Bakal Dilanjutkan, Pemprov DKI Libatkan Warga

    Proyek 1 Juta Sumur Resapan Bakal Dilanjutkan, Pemprov DKI Libatkan Warga

    Megapolitan
    Mengenal Sosok Monica Soraya, Perempuan yang Adopsi Enam Bayi

    Mengenal Sosok Monica Soraya, Perempuan yang Adopsi Enam Bayi

    Megapolitan
    Depok Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: 60 Persen Warga Bergerak ke Luar Kota

    Depok Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: 60 Persen Warga Bergerak ke Luar Kota

    Megapolitan
    Tiga Hari Penerapan Ganjil Genap, Dishub DKI: Volume Kendaraan di Jakarta Turun 4 Persen

    Tiga Hari Penerapan Ganjil Genap, Dishub DKI: Volume Kendaraan di Jakarta Turun 4 Persen

    Megapolitan
    'Apapun Akan Aku Jual Demi Anak-anak Jadi Sarjana...'

    "Apapun Akan Aku Jual Demi Anak-anak Jadi Sarjana..."

    Megapolitan
    Depok Masuk Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: Kami Tak Bisa Batasi Aktivitas Warga

    Depok Masuk Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: Kami Tak Bisa Batasi Aktivitas Warga

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Resmi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka di Enam Sekolah

    Pemkot Bekasi Resmi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka di Enam Sekolah

    Megapolitan
    Pemprov DKI Bakal Bebaskan Lahan di Sekitar 5 Kali Jakarta, Anggarannya Rp 552 Miliar

    Pemprov DKI Bakal Bebaskan Lahan di Sekitar 5 Kali Jakarta, Anggarannya Rp 552 Miliar

    Megapolitan
    UPDATE: 24 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19

    UPDATE: 24 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Pembakar Rumah di Ciputat, Pelaku Sempat Ancam Korban

    Polisi Tangkap Pembakar Rumah di Ciputat, Pelaku Sempat Ancam Korban

    Megapolitan
    Anji Mengaku Awal Kenal Hadi Pranoto Saat Lihat Wawancara Media

    Anji Mengaku Awal Kenal Hadi Pranoto Saat Lihat Wawancara Media

    Megapolitan
    Perbaikan Pipa Bocor, Pasokan Air Palyja di Wilayah Barat Jakarta Terganggu Sabtu Besok

    Perbaikan Pipa Bocor, Pasokan Air Palyja di Wilayah Barat Jakarta Terganggu Sabtu Besok

    Megapolitan
    Pemprov DKI Akan Pakai Dana Pinjaman Rp 5,2 Triliun untuk Penanganan Banjir, Ini Rinciannya

    Pemprov DKI Akan Pakai Dana Pinjaman Rp 5,2 Triliun untuk Penanganan Banjir, Ini Rinciannya

    Megapolitan
    Wali Kota Bekasi Sebut Masih Ada Penambahan Kasus Covid-19 dari Klaster Keluarga

    Wali Kota Bekasi Sebut Masih Ada Penambahan Kasus Covid-19 dari Klaster Keluarga

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Cimanggis, Depok Jadi Kawasan Terbanyak Covid-19 | Ketulusan Hati Monica Soraya Rawat 6 Bayi yang Ditinggal Ibunya

    [POPULER JABODETABEK] Cimanggis, Depok Jadi Kawasan Terbanyak Covid-19 | Ketulusan Hati Monica Soraya Rawat 6 Bayi yang Ditinggal Ibunya

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X