Pedagang Kue Keranjang Mulai Marak

Kompas.com - 27/01/2011, 07:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang perayaan Imlek atau Tahun Baru China, sejumlah kawasan di Jakarta yang banyak dihuni etnis Tionghoa mulai disibukkan dengan berbagai persiapan untuk memeriahkan perayaan tersebut. Salah satu kawasan yang dikenal sebagai tempat bermukimnya etnis Tionghoa di Jakarta adalah kawasan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat.

Dalam beberapa hari belakangan ini, kawasan Glodok mulai dipadati para pedagang yang menjual berbagai keperluan ataupun aksesori perayaan Imlek. Salah satunya, keberadaan para pedagang kue keranjang atau sering disebut kue ranjang yang merupakan salah satu kue khas atau wajib ada saat berlangsungnya perayaan Imlek.

Kue keranjang biasanya disajikan saat perayaan Imlek dan merupakan ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh. Biasanya, kue keranjang akan dibagikan kepada para kerabat, teman, serta tetangga.

Para pedagang kue keranjang, Rabu (26/1/2011), tampak mulai memenuhi kawasan Glodok seperti di sepanjang bahu Jalan Pancoran Utara, Jalan Pancoran Selatan, dan Jalan Petak Sembilan.

Engkoh Kate (37), salah seorang pedagang kue keranjang di Jalan Petak Sembilan, mengatakan, sudah sejak satu bulan lalu dia dan rekan-rekannya mulai berdagang di kawasan Jalan Petak Sembilan. Menurutnya, kue keranjang yang dijualnya diperoleh dari para pembuat kue di daerah Tangerang. Biasanya, pemesanan kue ini akan semakin meningkat hingga H-2 perayaan Imlek.

“Sejak sebulan lalu saya memesan kue ini sebanyak 100 kilogram. Sekarang pemesannya semakin banyak. Ada yang memesan khusus untuk diantar ke wihara ataupun untuk dikonsumsi sendiri,” ujar Engkoh Kate (37), Rabu.

Dijelaskannya, kue keranjang yang dijualnya terdiri dari dua kemasan dan dua rasa. Untuk rasa, ada rasa durian dan rasa wijen. Kue keranjang kemasan plastik dengan rasa durian seberat 1 kilogram dijual seharga Rp 22.000. Adapun kue keranjang rasa wijen dengan kemasan ukuran yang sama seharga Rp 20.000.

Kue keranjang rasa durian dengan kemasan daun pisang ukuran satu kilogram dijual seharga Rp 25.000. Sementara kue rasa wijen dengan ukuran dan kemasan yang sama dijual seharga Rp 23.000.

Loe Bhun Ho (47), pedagang kue keranjang lainnya di Jalan Pancoran Utara, mengaku, selain menjual kue keranjang, dirinya juga khusus menjual berbagai jenis kue impor dari China. Untuk harga, dikatakan Bhun Ho, kue keranjang yang dijual harganya lebih mahal dibandingkan dengan kue keranjang yang dijual Engkoh Kate.

”Lebih mahal Rp 2.000. Ini karena rasa dan kualitas kuenya lebih legit dan manis,” tutur Loe Bhun.

Diungkapkannya, dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan kue keranjang tahun ini meningkat hampir mencapai 30 persen. ”Tahun lalu saya menjual sebanyak 150 kilogram. Tapi, tahun ini sudah terjual lebih dari 200 kilogram. Dan biasanya akan lebih meningkat saat mendekati perayaan Imlek,” kata Loe Bhun.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto

    Close Ads X