Dishub Kurang Berani Remajakan Angkutan Umum

Kompas.com - 28/01/2011, 14:06 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta dinilai kurang berani melakukan peremajaan angkutan umum di Ibu Kota. Diduga, para pengusaha angkutan kurang mendukung kebijakan transportasi tersebut.

"Kalau memang bermaksud baik, kenapa harus takut. Misalkan, pemerintah mau mengganti 10 unit metromini dengan dua armada bus besar, saya yakin pasti bisa," ujar Direktur Lalulintas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, Kamis (27/1/2011) petang di Jakarta.

Ketika krisis moneter melanda Indonesia, pemerintah sempat memperbolehkan ban divulkanisir dan pemakaian onderdil bekas. "Memang harga-harga ban dan onderdil sangat mahal saat krismon sehingga seakan-akan ditoleransi. Tapi ternyata keterusan hingga sekarang," kata Royke.

Begitu pula, mengenai perubahan trayek. Kalangan pengusaha angkutan pasti melakukan protes karena tidak menerima lahannya mencari rezeki berkurang.

Banyaknya kendaraan umum yang tak laik jalan dan nyaman membuat kalangan masyarakat Jakarta enggan beralih memarkirkan kendaraan pribadi di rumahnya. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI dan Organda, sedikitnya 22.776 angkutan umum jenis bus besar, sedang dan kecil dinilai sebagai kendaraan tua, dan 16.460 unit di antaranya dinyatakan tidak layak jalan.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X