Polisi Selidiki Asal Peluru Shakira

Kompas.com - 11/03/2011, 14:47 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya masih menyelidiki guratan pada proyektil peluru yang dikeluarkan dari tubuh korban penembakan waria di Taman Lawang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2011) dini hari. Bila guratan tersebut sudah diketahui, akan memudahkan asal peluru dari senjata jenis apa.

"Ballet sudah dikeluarkan oleh tim dokter RSCM kemarin, selanjutnya dibawa ke tim Forensik Mabes Polri untuk mengetahui guratan itu dikeluarkan dari senjata mana," kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman di Jakarta, Jumat (11/3/2011).

Menurut Sutarman, penyelidikan kasus penembakan sejumlah waria itu masih dalam tahap awal. Polisi akan mengetahui asal peluru lewat uji balistik yang dilakukan oleh tim forensik. Dari sana, kata Sutarman, fakta awal akan terbuka.

"Kami belum tahu peluru ini berasal dari senjata mana. Masih sangat sumir untuk bisa katakan peluru itu berasal dari senjata asli atau rakitan," kata dia.

Polisi menduga banyak kemungkinan terjadi yang melatarbelakangi kejadian yang menewaskan Faisal Harahap alias Shakira dan melukai dua rekannya.

"Kami juga heran di situ, kenapa pelaku langsung menembak. Barang korban tidak ada yang diambil. Mungkin ini persaingan, dia punya kenalan dan masih banyak kemungkinan lainnya," kata Sutarman yang berjanji akan menuntaskan kasus tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.