Dirawat, Anand Tak Mau Minum Obat

Kompas.com - 19/03/2011, 16:26 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga kini, terdakwaa kasus dugaan pelecehan seksual, Anand Khrisna, masih berbaring dalam kondisi sadar di ruang ICU Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Putra Anand Khrisna, Prashand Gangtani, mengatakan, ayahnya masih mogok makan.

”Tidak makan, tidak minum obat, hanya obat, makanan, minuman, masuk lewat suntikan,” katanya seusai jumpa pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (19/3/2011).

Menurut Prashant, kondisi Anand masih tampak lemah. Tekanan darahnya naik-turun, tetapi tetap di atas rata-rata. ”Tensinya masih tinggi sekitar 183/180, kemarin pernah sampai 214/143. Itu yang sangat kami khawatirkan,” ujarnya.

Anand pun, kata Prashant, sempat mengalami gangguan irama jantung ketika dirawat di Rumah Sakit Fatmawati. ”Pasti ada kemungkinan sehat, tapi kami belum tahu kapan,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Kamis (17/3/2011), atas permintaan jaksa penuntut umum, Anand Khrisna yang berstatus sebagai tahanan negara itu dipindahkan ke RS Polri setelah sempat dirawat di ruang ICCU Rumah Sakit Fatmawati. Anand dilarikan ke RS Fatmawati ketika tiba-tiba pingsaan saat memasuki ruang persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2011).

Sejak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Rabu (9/3/2011), guru spiritual itu melakukan aksi mogok makan. Rekan Anand Khrisna, Ayu Diah Pasha, yang telah menjenguk Anand menuturkan, Anand melakukan aksi mogok makan bukan karena cengeng atau mengemis agar majelis hakim mencabut putusan penahanannya. ”Karena hak asasi saya ditempatkan tidak semestinya,” ujar Ayu menirukan perkataan Anand.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.