Anand Krishna Masih Mogok Makan

Kompas.com - 22/03/2011, 11:13 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus pelecehan seksual, Anand Krishna, sampai saat ini masih mogok makan. Aksinya ini merupakan bentuk protes terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dirasanya tidak adil.

"Benar masih mogok makan. Beliau menuntut keputusan yang benar-benar adil dari majelis hakim," kata Putra Anand Krishna, Prashand Gangtani, ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (22/3/2011).

Ia mengungkapkan, kondisi ayahnya kini sudah jauh membaik. Hanya saja tekanan darahnya masih naik turun. Namun, besar harapan Prashand agar ayahnya kembali sehat dan mendapatkan keadilan yang seharusnya.

"Saya tidak tahu ada motif apa sehingga hakim menetapkan keputusan penahanan terhadap ayah saya. Padahal kan proses peradilan ini belum selesai semua. Masih ada saksi lain yang belum bersaksi," tutur Prashand.

Anand Krishna diketahui pingsan saat menuju ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kemudian ia dirawat di Ruang ICCU Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, hingga dipindahkan ke Ruang ICU Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Kamis (17/3/2011) pagi. Menurut dokter, Anand mengidap diabetes, jantung, dan hipertensi.

Sejak menerima putusan hakim pada persidangan yang digelar Rabu (9/3/2011), tokoh lintas agama ini melakukan aksi mogok makan karena merasa dizalimi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.