Anand Krishna Belum Boleh Dijenguk

Kompas.com - 22/03/2011, 19:31 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus pelecehan seksual, Anand Krishna, hingga saat ini masih belum boleh dijenguk. Hanya keluarga dan kerabat terdekat yang diperbolehkan untuk menjenguknya.

"Walaupun masih di ICU, kondisinya sudah membaik. Tapi, masih belum boleh dijenguk," tutur putra Anand Krishna, Prashand Gangtani, ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (22/3/2011).

Ia mengungkapkan, ayahnya masih melakukan aksi mogok makan sebagai wujud protes terhadap keputusan majelis hakim pada persidangan, Rabu (9/3/2011). Pemilik Yayasan Anand Ashram ini hanya mendapat asupan nutrisi melalui infus.

"Selain karena masih di ICU, ini juga biar ayah saya cepat sehat kembali. Jadi, beliau bisa melanjutkan perjuangannya lagi," tuturnya tanpa menjelaskan kenapa Anand masih belum boleh dijenguk.

Seperti telah diberitakan, tokoh spiritual lintas agama ini dirawat di Ruang ICU Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, sejak hari Kamis (17/3/2011). Awalnya, ia pingsan saat persidangan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, lalu dipindahkan ke Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Hingga berita ini diturunkan, Anand masih mogok makan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.