Adnan Buyung Kunjungi Anand Krishna

Kompas.com - 24/03/2011, 13:59 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com —  Dwi Ria Latifa, pengacara Anand Krishna, menyatakan kliennya sudah bisa diajak bicara, tetapi kondisinya masih lemah.

”Pak Anand sudah bisa diajak ngobrol. Barusan sempat berbicara sebentar dengan Bang Buyung,” tutur Dwi sesaat setelah mengantar Adnan Buyung Nasution, tokoh pembela HAM, yang membesuk Anand Krishna di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur,  Kamis (24/3/2011).

Meski kondisinya membaik, Dwi mengatakan, Anand belum bisa ditemui secara langsung untuk dimintai komentarnya terkait kasus pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya.

Terkait proses hukum, Dwi menyatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait sikap majelis hakim, khususnya sikap ketua majelis hakim yang tampak sudah menempatkan Anand Krishna dalam posisi bersalah.

”Hakim terlihat tidak obyektif dan fair. Saksi-saksi belum diperiksa seluruhnya, tuduhan belum, pledoi belum, tapi hakim seakan-akan sudah menempatkan Pak Anand dalam posisi bersalah,” ujarnya.

Karena itu, tambah Dwi, selain ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pihaknya sedang menyiapkan surat aduan ke Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. Pengacara Anand berharap kedua lembaga tersebut dapat memberikan pertimbangan atas sikap hakim yang tidak independen dalam proses pengadilan kasus Anand.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fraksi PSI: Kontraktor Revitalisasi Monas Kurang Meyakinkan

    Fraksi PSI: Kontraktor Revitalisasi Monas Kurang Meyakinkan

    Megapolitan
    Warga Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran karena Gorong-gorong Mampet

    Warga Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran karena Gorong-gorong Mampet

    Megapolitan
    Diduga Tersambar Kereta, Mayat Tergeletak Dekat Stasiun Taman Kota

    Diduga Tersambar Kereta, Mayat Tergeletak Dekat Stasiun Taman Kota

    Megapolitan
    Dua Calon Baru Diajukan, DPRD Janji Kebut Pemilihan Wagub DKI

    Dua Calon Baru Diajukan, DPRD Janji Kebut Pemilihan Wagub DKI

    Megapolitan
    Polisi Periksa Orangtua hingga Guru Siswi SMP yang Lompat dari Lantai 4 Sekolah

    Polisi Periksa Orangtua hingga Guru Siswi SMP yang Lompat dari Lantai 4 Sekolah

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Pemilik Klinik Suntik Stem Cell Ilegal di Kebayoran Lama

    Polisi Tangkap Pemilik Klinik Suntik Stem Cell Ilegal di Kebayoran Lama

    Megapolitan
    Gerindra dan PKS Serahkan Nama Dua Calon Wagub DKI ke Gubernur Anies

    Gerindra dan PKS Serahkan Nama Dua Calon Wagub DKI ke Gubernur Anies

    Megapolitan
    Polisi Sebut Motor Pengemudi Ojol yang Dirampas 10 Debt Collector Belum Sampai di Gudang Leasing

    Polisi Sebut Motor Pengemudi Ojol yang Dirampas 10 Debt Collector Belum Sampai di Gudang Leasing

    Megapolitan
    Hujan 3 Jam, Perumahan di Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran

    Hujan 3 Jam, Perumahan di Harapan Mulya Bekasi Kebanjiran

    Megapolitan
    Politisi Gerindra Riza Patria Siap Tinggalkan DPR jika Jadi Calon Wagub DKI

    Politisi Gerindra Riza Patria Siap Tinggalkan DPR jika Jadi Calon Wagub DKI

    Megapolitan
    Kejar 10 Orang yang Rampas Motor Pengemudi Ojol, Polisi Libatkan Pihak Leasing

    Kejar 10 Orang yang Rampas Motor Pengemudi Ojol, Polisi Libatkan Pihak Leasing

    Megapolitan
    Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

    Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

    Megapolitan
    Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

    Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

    Megapolitan
    Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi Termasuk Staf Garuda Indonesia

    Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi Termasuk Staf Garuda Indonesia

    Megapolitan
    Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

    Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X