Ba'asyir Sendiri hingga Sidang Berakhir

Kompas.com - 28/03/2011, 12:40 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus terorisme Abubakar Ba'asyir menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/3/2011), tanpa didampingi kuasa hukumnya. Tim kuasa hukum memilih berada di luar ruang sidang sebagai bentuk protes atas jalannya persidangan yang mereka nilai tidak adil.

”Hakim tidak netral. Oleh karena itu, lebih bagus kami tidak mengikuti sama sekali. Kami sudah dapatkan itu (kasus Ba'asyir) adalah sebuah rekayasa. Kalau kami ikut, sama saja terlibat dalam proses sidang yang tidak netral, hanya ingin mencari formalitas penghukuman saja,” ujar salah satu kuasa hukum Ba'asyir, Achmad Michdan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/3/2011).

Ia menegaskan, tim kuasa hukum tidak akan menghadiri sidang kecuali pada waktu pembelaan (pledoi) Ba'asyir. ”Atau barangkali kalau putusan KY (Komisi Yudisial) lebih dulu, kami akan ikut (sidang),” katanya.

Sebelumnya, kuasa hukum Ba'asyir melaporkan majelis hakim yang menyidangkan perkara Ba'asyir kepada Komisi Yudisial. ”Meminta KY memeriksa hakim yang tidak adil,” kata Michdan.

Ba'asyir dan kuasa hukumnya sejak awal menolak jalannya persidangan yang mendengarkan keterangan saksi melalui telekonferensi. Dalam persidangan sebelumnya, Ba'asyir dan kuasa hukumnya memilih keluar ruang sidang (walk out) sebagai bentuk penolakan.

Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu didakwa pasal berlapis, yaitu melakukan perencanaan, menggerakkan, permufakatan jahat, hingga memberikan atau meminjamkan dana untuk kegiatan terorisme.

Ba'asyir didakwa terlibat kegiatan pelatihan militer kelompok teroris di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar. Pengasuh Pondok Pesantren Ngruki, Solo, Jawa Tengah, itu juga didakwa terlibat perampokan Bank CIMB Niaga di Medan.

Untuk dakwaan primer, Ba'asyir dikenai Pasal 14 juncto Pasal 9 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Ancamannya hukuman mati atau seumur hidup.

Untuk dakwaan subsider, Ba'asyir dijerat pasal 14 Jo Pasal 7 lebih subsider Pasal 14 jo pasal 11 lebih subsider Pasal 15 jo Pasal 9. Seterusnya, Ba'asyir juga dikenai Pasal 15 jo Pasal 7, ke bawahnya lagi pasal 15 jo Pasal 11, terakhir Pasal 13 huruf a. Pada dakwaan subsider ini ancaman hukumannya tiga sampai 15 tahun penjara.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

    Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

    Megapolitan
    Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

    Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

    Megapolitan
    Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

    Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

    Megapolitan
    Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

    Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

    Megapolitan
    PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

    PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

    Megapolitan
    PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

    PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

    Megapolitan
    Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

    Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

    Megapolitan
    Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

    Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

    Megapolitan
    Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

    Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

    Megapolitan
    Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

    Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

    Megapolitan
    Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

    Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

    Megapolitan
    Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

    Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

    Megapolitan
    Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

    Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

    Megapolitan
    Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

    Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

    Megapolitan
    Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

    Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X