Sari Husada Berikan 4 Bulan Cuti Melahirkan

Kompas.com - 11/04/2011, 15:02 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Harus kembali bekerja pasca cuti melahirkan yang hanya tiga bulan menjadi salah satu alasan mengapa para ibu tidak memberikan ASI eksklusif sampai enam bulan kepada bayinya. Padahal ASI merupakan makanan terbaik bayi yang melekat kepada ibunya.

Selama ini instansi pemerintah dan swasta memang hanya memberi cuti melahirkan kepada perempuan selama tiga bulan. Kebijakan cuti ini oleh para penggiat ASI dianggap tidak mendukung upaya perbaikan kualitas hidup bangsa. Waktu cuti yang pendek juga dinilai kurang memberi kesempatan kepada para ibu untuk lebih leluasa memberikan ASI pada anaknya.

Bayi yang tidak mendapatkan ASI akan mengalami kerugian berkurangnya kecerdasan intelektual serta daya tahan tubuh. Selain itu keluarga juga harus memikul beban ekonomi yang besar karena harus menyisihkan anggaran untuk pembelian susu formula.

Berbeda dengan perusahaan di Eropa, hingga saat ini baru segelintir perusahaan di tanah air yang memberikan cuti melahirkan cukup lama, salah satunya adalah PT.Sari Husada yang memutuskan untuk menambah cuti melahirkan kepada karyawatinya menjadi empat bulan demi mendukung ASI eksklusif. Meski belum sesuai dengan kaidah ASI eksklusif, yaitu enam bulan pasca melahirkan, namun inisiatif yang digagas PT.Sari Husada ini bisa menjadi sebuah awal.

“Inisiatif kebijakan cuti melahirkan lebih panjang ini mungkin tidak menyelesaikan semua persoalan, namun bisa menciptakan kondisi yang lebih baik bagi ibu menyusui," kata Boris Bourdin, Presiden Direktur PT Sari Husada dalam siaran persnya.

Selain memberikan cuti melahirkan yang lebih panjang (4 bulan), kantor Sari Husada Jakarta juga memberikan jasa layanan antar ASI gratis ke rumah karyawati yang masih menyusui, namun sudah harus kembali ke kantor. Sementara itu, kantor Sari Husada lainnya yang berada di luar Jakarta mengizinkan karyawati yang masih menyusui untuk membawa bayi mereka ke  kantor untuk disusui pada saat jam kerja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.