Anand Krishna Tak Boleh Dibesuk

Kompas.com - 16/04/2011, 17:10 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi Anand Krishna yang semakin melemah setelah mogok makan selama 38 hari mengakibatkan tubuhnya rentan tertular virus. Alhasil, pihak Rumah Sakit Polri Sukanto mengeluarkan larangan membesuk Anand.

"Pihak rumah sakit melarang orang luar membesuk Bapak (Anand). Takutnya, pembesuk bisa menularkan virus penyakit, seperti flu atau batuk ke Bapak. Tubuhnya yang lemah sangat rentan tertular virus," kata kerabat Anand saat ditemui di RS Polri Sukanto, Jakarta, Sabtu (16/4/2011).

Perempuan muda itu melajutkan, sebagai wakil keluarga yang sehari-hari mendampingi Anand Krishna di rumah sakit, dirinya sangat membatasi siapa pun masuk ke ruang perawatan Anand.

"Masuk (ruangan) saja jarang. Paling-paling untuk mengantar tebusan obat atau kalau dipanggil dokter. Selebihnya saya di sini," katanya merujuk ruang tunggu di depan Ruang Cendrawasih I RS Polri.

Maya Safira Mochtar, kerabat Anand lainnya, menuturkan, kondisi Anand saat ini sangat menurun.

"Matanya selalu merem dan sangat jarang berkomunikasi dengan orang lain," tuturnya.

Menurut Maya, Anand sama sekali bukan orang berbahaya. Karena itulah, ia mendapat simpati banyak pihak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Belum lama ini, Bapak dikunjungi Pak Rafendy Djamil dari Komisi HAM ASEAN dan Ifdhal Kasim, Ketua Komnas HAM," kata salah satu anggota aktif Komunitas Pencinta Anand itu.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.