Libur Paskah, Kelimutu Penuh Wisatawan

Kompas.com - 24/04/2011, 19:10 WIB
EditorI Made Asdhiana

KELIMUTU, KOMPAS.com — Pada liburan panjang Paskah, Danau Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur, ramai dikunjungi wisatawan. Berdasarkan pantauan Kompas.com, beberapa wisatawan berasal dari Pulau Jawa maupun mancanegara. "Kami rombongan biologist. Kami melakukan perjalanan darat keliling Pulau Flores dan mampir ke Kelimutu untuk melihat danau tiga warna. Nanti kami akan treking untuk melihat burung," jelas Bridgette, turis asal Austria kepada Kompas.com, Minggu (24/4/2011).

Salah satu teman Bridgette mengatakan ia belum pernah melihat danau vulkanis berwarna seperti di Kelimutu di negara-negara lain. Padahal, ia sudah sering berjelajah ke sejumlah negara di seluruh dunia. "Ini sangat indah. Tapi ramai sekali yang datang, ya," katanya.

Sementara itu, beberapa wisatawan domestik datang ke Kelimutu setelah mengikuti prosesi Jumat Agung dari ritual Semana Santa di Larantuka, Flores Timur. "Saya khusus datang ke NTT untuk  ikut prosesi Jumat Agung di Larantuka. Tapi saya sempatkan juga ke Ende untuk melihat Kelimutu," kata salah satu wisatawan asal Malang.

Danau Kelimutu merupakan salah satu objek wisata andalan Provinsi NTT. Danau Kelimutu paling ramai dikunjungi pada musim liburan sekolah yaitu bulan Juni dan Juli. Beberapa hari terakhir, kabut turun dari pagi sehingga sulit untuk melihat danau. Namun saat libur Paskah kali ini cuaca cerah sehingga danau terlihat jelas.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Megapolitan
Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X