Akhirnya Anand Hentikan Mogok Makan

Kompas.com - 27/04/2011, 14:56 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Anand Krishna menepati janjinya untuk melakukan mogok makan hingga keadilan atas dirinya terwujud. Saat ini, ia telah mulai mencicipi makanan untuk pertama kalinya, setelah melakukan aksi mogok makan selama 45 hari.

"Alhamdulillah, sejak tadi malam (Selasa, 26/4/2011 ) beliau sudah mau makan," kata Kombes Mas Ibnu Hadjar, Kepala Bidang Pelayanan Kedokteran Kepolisian  Rumah Sakit Raden Said Sukanto (Polri), Kramat Jati, Jakarta Timur, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/4/2011).

Ia mengaku lega dengan keputusan Anand Krishna karena tak ingin melihat pasien yang ditanganinya meninggal dunia.

"Berat badannya sudah sangat turun dan kondisinya lemah. Agama mana pun tidak mengajarkan pengikutnya untuk melakukan bunuh diri. Mogok makan kan berarti upaya untuk membunuh diri sendiri," tandas perwira Polri yang juga dokter spesialis forensik itu.

Keputusan Anand, kata Mas Ibu Hadjar, diambil setelah adanya surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang membatalkan keputusan penahanan terhadap tokoh spiritual yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut. Keputusan penahanan dikeluarkan oleh Hakim Hari Sasangka, ketua majelis hakim yang mengadili kasus Anand. Pertimbangan yang diberikan hakim adalah karena ancaman hukuman tindak pidana Anand bisa di atas lima tahun dan menghindarkan kemungkinan Anand mengulang perbuatannya.

Pihak Anand menilai keputusan itu sebagai bentuk ketidakadilan karena sudah menempatkan Anand sebagai pelaku pelecehan seksual sebelum adanya vonis pengadilan. "Bahkan, saksi-saksi pun belum didengar seluruhnya," kata Dwi Ria Latifah, anggota tim kuasa hukum Anand beberapa waktu lalu.

"Kemarin surat pembatalan (putusan) dari pengadilan (Jaksel) turun. Surat itu merupakan jawaban atas permohonan pertimbangan yang diajukan pihak kejaksaan. Tadi pagi surat balasan dari kejaksaan tiba. Karena itu, Pak Anand sudah boleh pulang," kata Ibnu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan adanya surat dari PN Jaksel, lanjut Ibnu, status tahanan yang sebelumnya dikenakan pada diri Anand Krishna telah dicabut. Sementara itu, lanjutan proses pengadilan sudah bisa dilangsungkan lagi bila kondisi Anand kembali normal.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.