Spesialis Avanza Digelandang Polisi

Kompas.com - 29/04/2011, 22:12 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA-KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil menangkap 11 orang anggota sindikat pelaku pencurian mobil spesialis Avanza dan pemalsu surat kendaraan bermotor. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Herry Rudolf Nahak mengatakan, dari sindikat yang sudah beroperasi selama satu tahun ini, polisi berhasil mengamankan 13 mobil beserta surat tanda kendaraan bermotor palsu.

"Sudah hampir satu tahun sindikat ini beroperasi, dan kami berhasil mengamankan 13 mobil yang sudah menggunakan surat. Kesebelas tersangka ini merupakan satu jaringan. Ada yang berperan sebagai pemetik atau pelaku pencurian, penadah barang curian, dan pembuat surat kendaraan palsu," ujar Herry di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/4/2011).

Herry menambahkan, modus yang dilakukan oleh jaringan ini dengan berpura-pura menyewa mobil dari rental dan menggasak mobil yang sedang diparkir. "Mereka menggasak mobil yang diparkir di depan rumah, merusak kabel alarm mobil, kemudian merusak kunci pintu dan merusak kunci kontak mobil dengan menggunakan kunci letter T, serta berpura-pura menyewa mobil di rental dan membawa kabur mobilnya, kemudian dia membuat suratnya," ujarnya.

Herry juga menjelaskan, dari 13 mobil curian yang sudah dilengkapi surat-surat kendaraan palsu, sindikat ini kebanyakan memilih Avanza karena mudah dijual. "Satu unit Avanza laku dijual Rp 30 juta, sedangkan Innova dijual Rp 46 juta lengkap dengan surat kendaraannya," jelasnya.

Sindikat pencurian kendaraan bermotor dan pemalsu surat-surat kendaraan palsu ini terungkap berawal dari penangkapan tiga orang pelaku di wilayah Sunter, Jakarta Utara, ketika ketiganya sedang beroperasi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Megapolitan
Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Megapolitan
Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Megapolitan
Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Megapolitan
Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Megapolitan
Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Megapolitan
Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Megapolitan
Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Megapolitan
Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X