Dituntut Mati, Ba'asyir Tak Ambil Pusing

Kompas.com - 09/05/2011, 11:20 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir mengaku tidak ambil pusing apa pun tuntutan yang akan diberikan jaksa penuntut umum dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/5/2011). Menurut Ba'asyir, persidangan dirinya merupakan hasil rekayasa.

"Saya mau dihukum mati, dihukum seumur hidup, saya tidak ambil pusing. Tuntutan itu rekayasa semua," kata Ba'asyir sebelum pembacaan tuntutan.

Di hadapan para wartawan, Ba'asyir membacakan berita yang dikutip dari salah satu situs media Islam. Media itu mengutip narasumber yang menyebut Ba'asyir akan dijadikan ikon teroris di Indonesia seperti Osama bin Laden oleh Amerika Serikat.

"Jadi, persoalannya persidangan saya ini bukan persidangan biasa. Jadi, saya ini dijadikan seolah-olah teroris besar. Maka dikawal berapa ribu polisi. Saya ini (dibawa ke pengadilan) cukup dibonceng sepeda motor, selesai. Polisinya di depan, saya di tengah, di belakang polisi, sudah selesai," ucap dia.

Amir Jamaah Anshorud Tauhid itu membantah dakwaan jaksa yang menyebut dirinya sebagai perencana, penggerak, dan membiayai pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho di Aceh. Menurut jaksa, pelatihan bersenjata api itu termasuk dalam tindak pidana terorisme.

Namun, Ba'asyir menolak jika pelatihan itu disebut sebagai terorisme. Menurut dia, pelatihan itu adalah i'dad yang sesuai dengan perintah Allah. "Masalah Aceh saya tidak tersangkut. Tapi saya tetap membenarkan karena itu ada dasarnya (dalam agama)," ucapnya.

"Saya enggak berani salahkan. Tapi saya enggak mau ikut (pelatihan) karena enggak ada kemampuan masalah senjata api. Tapi oleh mereka (kepolisian dan kejaksaan) dibelokkan. Saya dituduh ikut membiayai sampai Rp 1 miliar. Enggak masuk akal, dari mana uang Rp 1 miliar," kata Ba'asyir.

Seperti diberitakan, selain diduga terkait pelatihan militer, Ba'asyir juga dikaitkan dengan dua perampokan di Medan, Sumatera Utara, yakni perampokan Bank CIMB Niaga dan Warnet Newnet.

Atas dugaan itu, Ba'asyir diancam pasal berlapis dalam UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme dengan hukuman maksimal mati atau paling ringan hukuman tiga tahun penjara.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

    Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

    Megapolitan
    5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

    5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

    Megapolitan
    BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

    BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

    Megapolitan
    Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

    Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

    Megapolitan
    Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

    Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

    Megapolitan
    Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

    Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

    Megapolitan
    Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

    Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

    Megapolitan
    Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

    Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

    Megapolitan
    Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

    Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

    Megapolitan
    Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

    Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

    Megapolitan
    Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

    Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

    Megapolitan
    Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

    Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

    Megapolitan
    Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

    Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

    Megapolitan
    Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

    Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

    Megapolitan
    Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

    Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X