Paket di Dekat Rumah Faisal Basri Bukan Bom

Kompas.com - 09/05/2011, 12:20 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah paket mencurigakan terbungkus kardus ditemukan di dekat rumah ekonom Faisal Basri di Jalan Ciasem, Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (8/5/2011) sekitar pukul 21.30. Paket itu dipastikan tidak membahayakan karena hanya berisi kertas-kertas. Tidak ditemukan surat ancaman di dalam paket tersebut. 

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Operasional Polda Metro Jaya Kombes Sujarno, Senin (9/5/2011), saat dihubungi wartawan. "Paket itu sudah diurai tim Gegana dan bukan bom. Ditemukannya bukan di rumah Faisal Basri, tapi di jalan depan rumahnya," ucap Sujarno. 

Ia menjelaskan, kardus mencurigakan itu awalnya ditemukan oleh seorang warga di jalan di depan kediaman Faisal Basri. Warga yang melihat bungkusan itu sekitar pukul 21.30 curiga, lalu melaporkan ke petugas satpam setempat yang kemudian melapor ke kepolisian. 

Tim Gegana datang pada pukul 23.00. Setelah itu, tim berusaha mengurai isi paket tersebut dan tidak ditemukan tanda-tanda yang membahayakan lantaran isinya hanya kertas-kertas. "Tidak ada surat ancamannya juga," ujar Sujarno.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

    Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

    Megapolitan
    Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

    Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

    Megapolitan
    Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

    Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

    Megapolitan
    Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

    Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

    Megapolitan
    UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

    UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

    Megapolitan
    Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

    Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

    Megapolitan
    UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

    UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

    Megapolitan
    Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

    Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

    Megapolitan
    PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

    PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

    Megapolitan
    Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

    Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

    Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

    Megapolitan
    Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

    Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

    Megapolitan
    Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

    Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

    Megapolitan
    Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

    Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

    Megapolitan
    Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

    Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X