Komunitas Pecinta Anand Gelar Demo di PN

Kompas.com - 08/06/2011, 12:20 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Meditasi Anand Khrisna mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Guna meminta keadilan, puluhan pendukung Anand Khrisna berunjuk rasa di halaman PN Jakarta Selatan. Mereka tergabung dalam Komunitas Pecinta Anand Ashram (KPAA).

”Ada indikasi kuat terjadinya pelanggaran etika yang dilakukan majelis hakim Hari Sasangka karena berhubungan langsung dengan salah seorang saksi yang bersaksi dalam perkara Anand Krisna," kata kuasa hukum Anand Krisna, Humprey R Djemat, di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Pendukung Anand Khrisna ini diketahui telah melakukan unjuk rasa untuk kedua kalinya. Mereka menyanyikan yel-yel dengan menggunakan pakaian adat serta diiringi gendang.

Tujuan mereka mendatangi PN karena ada dugaan kuat terjadinya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Hari Sasangka. Pasalnya, diduga Hari Sasangka pernah menemui saksi Anand Krisna, yakni Shinta Kencana Kheng, pada  23 Maret 2011 pukul 20.20 WIB. Mereka juga telah melaporkan ke Komisi Yudisial (KY) atas adanya indikasi pelanggaran etika.

Sementara, majelis hakim Hari Sasangka yang ditemui beberapa hari lalu menolak berkomentar atas laporan pengacara Anand Khrisna kepada KY. "No comment, no comment," katanya

Kedatangan KPAA di PN Jaksel itu untuk menemui Ketua PN Jaksel, Herri Swantoro, terkait pelanggaran etika yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Hari Sasangka yang menjadi pimpinan persidangan perkara Anand Krishna karena berhubungan langsung dengan salah seorang saksi yang memberatkan bernama Shinta Kencana.

David Purba, koordinator aksi mengatakan, aksi damai yang dilakukan KPAA adalah pernyataan sikap dari pengadilan yang dianggap telah melanggar kode etik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami menuntut sikap pengadilan karena hakim yang memimpin sudah melanggar kode etik, sudah tidak tepat karena menjalin hubungan dengan saksi korban dan tentu ada keberpihakan," jelasnya kepada wartawan seusai menggelar aksi di PN Jakarta Selatan, Jalan Raya Ampera 133, Jakarta Selatan, Rabu siang.

David juga menjelaskan, laporan adanya pelanggaran etika yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Hari Sasangka yang memimpin persidangan perkara Anand Krisna.

"Menurut Komisioner Komisi Yusdisial yang menjabat Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi, Suparman Marjuki, laporan dugaan keras pelanggaran etika yang dilakukan oleh Hari Sasangka ini sudah dianggap lengkap dan memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti," tambahnya.

 

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.