Priyo: Hormati Putusan Vonis Ba'asyir

Kompas.com - 16/06/2011, 16:32 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Putusan vonis 15 tahun penjara terhadap Amir Jamaah Anshorud Tauhid  Abu Bakar bin Abud Baasyir alias Abu Bakar Ba'asyir (73) dinilai sejumlah pihak tak memuaskan.

Namun, Wakil Ketua DPR  Priyo Budi Santoso meminta masyarakat untuk menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin  Herri Swantoro. "Kami meminta masyarakat bisa menerima dan menghormati mekanisme peradilan yang dilakukan secara terbuka. Ini tidak memuaskan, tetapi pengadilan adalah lembaga yang sah," kata Priyo kepada para wartawan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Politikus senior Partai Golkar ini juga meminta kepolisian meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan ancaman pascaputusan tersebut.

Pemenuhan rasa keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas aparat penegak hukum, khususnya kepolisian. "Mari kita berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara ke depan," kata Priyo.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbucks yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbucks yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Megapolitan
    Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

    Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

    Megapolitan
    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Megapolitan
    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Megapolitan
    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Megapolitan
    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Megapolitan
    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    Megapolitan
    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Megapolitan
    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Megapolitan
    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    Megapolitan
    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Megapolitan
    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    Megapolitan
    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Megapolitan
    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Megapolitan
    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X